Mulai 1 hingga 6 Agustus 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi membuka pendaftaran Program Pelatihan Teknis Non Gelar yang digelar bersama Hiroshima University, Jepang buat para guru dan tenaga kependidikan (tendik) di Indonesia.
Program ini jadi kesempatan emas buat para pendidik yang ingin menambah wawasan, meningkatkan kompetensi, sekaligus belajar langsung dari akademisi kampus ternama Jepang tanpa harus terbang ke luar negeri. Meski menggandeng universitas internasional, seluruh rangkaian pelatihan tetap dilaksanakan di Indonesia dengan pilihan kelas daring maupun luring, sehingga lebih mudah diikuti peserta dari berbagai daerah.
Pelatihan yang diinisiasi Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) ini menghadirkan dua fokus utama yang sedang menjadi perhatian dunia pendidikan, yaitu kesejahteraan psikologis guru dan pendidikan inklusif. Kedua tema tersebut dinilai penting karena berkaitan langsung dengan kualitas pembelajaran serta terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dan ramah bagi semua peserta didik.
Siapa Saja yang Bisa Ikut?
Program ini terbuka bagi guru dan tenaga kependidikan yang memenuhi sejumlah persyaratan umum. Peserta harus merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), berusia maksimal 55 tahun, serta memiliki pengalaman mengajar minimal dua tahun di satuan pendidikan di wilayah Indonesia.
Selain itu, peserta juga diharapkan mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung proses pembelajaran. Kemampuan bahasa Inggris pun menjadi salah satu syarat, yang dibuktikan melalui sertifikat resmi seperti TOEFL, IELTS, TOEIC, Duolingo English Test, EnglishScore, atau Versant dengan nilai minimal sesuai ketentuan.
Namun, syarat sertifikat bahasa Inggris tidak berlaku bagi lulusan perguruan tinggi luar negeri yang lulus dalam kurun waktu kurang dari dua tahun.
Ada Dua Bidang Pelatihan yang Bisa Dipilih
Peserta nantinya dapat memilih salah satu bidang pelatihan sesuai latar belakang dan pengalaman masing-masing.
Untuk Bidang Kesejahteraan Psikologis Guru, program ini ditujukan bagi guru Bimbingan dan Konseling (BK) di jenjang SMA, SMK, maupun SLB yang telah memiliki sertifikat sebagai fasilitator nasional atau daerah dalam Program PKG BK (7 Jurus BK Hebat).
Sementara itu, Bidang Pendidikan Inklusif diperuntukkan bagi guru TK, SD, SMP, SMA, SMK hingga SLB yang telah menyelesaikan atau sedang mengikuti Pelatihan Pendidikan Inklusif Tingkat Mahir yang diselenggarakan oleh direktorat terkait.
Dokumen yang Wajib Disiapkan
Calon peserta perlu menyiapkan berbagai dokumen sebelum mendaftar secara online. Di antaranya meliputi:
- Formulir pendaftaran daring.
- Scan KTP.
- Surat keputusan pengangkatan sebagai guru ASN atau guru tetap yayasan.
- Ijazah dan transkrip nilai S1/D4 yang telah dilegalisasi dengan IPK minimal 3,00.
- Sertifikat sesuai bidang pelatihan yang dipilih.
- Sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku.
- Surat rekomendasi kepala sekolah atau atasan.
- Surat pernyataan kesanggupan mengikuti program.
- Esai sesuai format yang ditentukan.
- Surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari rumah sakit atau puskesmas.
Pastikan seluruh dokumen telah lengkap sebelum batas akhir pendaftaran agar proses seleksi administrasi berjalan lancar.
Cara Daftarnya Gampang
Alur pendaftaran dibuat cukup sederhana. Peserta hanya perlu memahami seluruh persyaratan, melengkapi profil pendaftaran secara daring, mengunggah seluruh dokumen yang diminta, lalu menunggu proses verifikasi serta pengumuman hasil seleksi administrasi.
Karena proses dilakukan secara online, peserta disarankan memastikan seluruh data yang diunggah benar dan sesuai dokumen asli.
Seleksi Dilakukan dalam Tiga Tahap
Program ini menerapkan tiga tahapan seleksi untuk menentukan peserta terbaik.
Tahap pertama adalah seleksi administrasi, yaitu pengecekan kelengkapan dan keabsahan seluruh dokumen yang diunggah.
Peserta yang lolos administrasi akan mengikuti tes tertulis secara daring. Materi ujian disesuaikan dengan bidang pelatihan yang dipilih dan bertujuan mengukur kemampuan dasar serta kompetensi peserta.
Tahap terakhir berupa wawancara, yang akan menggali komitmen peserta, kemampuan komunikasi, pengalaman mengajar, hingga kesiapan menerapkan hasil pelatihan di sekolah setelah program selesai.
Pendaftaran resmi dibuka mulai 1 Agustus hingga 6 Agustus 2026. Karena waktu pendaftaran cukup singkat, para guru dan tenaga kependidikan yang memenuhi syarat sebaiknya mulai menyiapkan seluruh berkas dari sekarang.
Program ini bukan sekadar pelatihan biasa, tetapi juga menjadi kesempatan memperluas wawasan internasional, meningkatkan kualitas pembelajaran, sekaligus memperkuat kompetensi profesional agar semakin siap menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.








