Proses evakuasi korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 masih terus berlangsung. Di tengah upaya penyelamatan yang dilakukan tim gabungan, perhatian kini juga tertuju pada validitas data manifes penumpang. Dugaan adanya sejumlah penumpang yang tidak tercatat dalam daftar resmi membuat keluarga semakin khawatir karena kesulitan memastikan kondisi orang-orang yang mereka cari.
Suasana haru dan penuh kecemasan terlihat di ruang informasi Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, sejak Minggu (2/8/2026). Keluarga korban terus berdatangan untuk memperoleh informasi terbaru mengenai anggota keluarga mereka yang berada di atas kapal yang terbakar saat berlayar dari Surabaya menuju Makassar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura.
Kekhawatiran semakin meningkat setelah muncul dugaan bahwa ada penumpang yang tidak tercantum dalam manifes resmi kapal. Kondisi tersebut membuat proses pencocokan identitas korban menjadi lebih rumit dan memperlambat kepastian bagi keluarga yang masih menunggu kabar.
Salah seorang keluarga penumpang, Devi, warga Gresik, mengaku mengetahui insiden tersebut melalui siaran langsung di TikTok. Suaminya, Deni Vristiawan (39), diketahui berada di atas kapal bersama lima rekannya ketika kebakaran terjadi. Begitu mendapatkan informasi, ia langsung menuju Pelabuhan Tanjung Perak untuk mencari kepastian.
Kecemasan serupa juga dirasakan Susilo, pemilik perusahaan ekspedisi di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak. Salah seorang pegawainya yang bertugas mengawal pengiriman kuda dan kambing hingga kini belum ditemukan. Dari lima pekerja yang ikut dalam pengiriman tersebut, empat orang telah dipastikan selamat, sementara satu lainnya masih dalam pencarian.
Sementara itu, operasi penyelamatan terus dilakukan oleh tim SAR bersama kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian. Berdasarkan pembaruan dari Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P.H., hingga laporan terakhir sebanyak 236 korban telah berhasil dievakuasi. Rinciannya terdiri dari 231 penumpang selamat dan lima orang meninggal dunia.
Jumlah tersebut berbeda dibandingkan data awal yang menyebutkan sekitar 250 orang berada di atas kapal atau person on board (POB). Perbedaan angka ini menjadi salah satu alasan pentingnya proses verifikasi identitas dan pencocokan data manifes yang kini terus dilakukan petugas.
Evakuasi melibatkan banyak kapal yang berada di sekitar lokasi kebakaran. Kapal Meratus Pematang Siantar mengevakuasi 111 korban selamat dan dua korban meninggal dunia menuju Pelabuhan Tanjung Perak.
TB Hasnur 26 membawa 65 penumpang selamat serta satu korban meninggal, sedangkan Meratus Project 3 mengevakuasi 13 korban selamat dan satu korban meninggal.
Selain itu, Transco Arafura menyelamatkan 17 penumpang yang kemudian dipindahkan ke KM Ferindo 1 menuju Pelabuhan Lembar, Lombok.
Kapal Prakarsa Mas berhasil mengevakuasi enam korban selamat yang selanjutnya dipindahkan ke Selaras Mas. SC Aila XVII menyelamatkan sembilan korban sebelum dipindahkan ke KN SAR Permadi menuju Kalianget, Sumenep.
Selaras Mas juga membawa 13 korban selamat ke Surabaya, sementara British Mentor mengevakuasi dua korban dan nelayan Ambunten berhasil menyelamatkan satu penumpang.
Sebagai langkah antisipasi, petugas di Pelabuhan Tanjung Perak telah menyiapkan lima unit mobil jenazah. Korban yang membutuhkan perawatan medis juga akan langsung dirujuk ke rumah sakit terdekat agar memperoleh penanganan secepat mungkin.
Hingga Minggu malam, proses pencarian korban masih terus berlanjut. Tim SAR bersama instansi terkait juga terus melakukan pendataan dan pencocokan identitas dengan data manifes untuk memastikan seluruh penumpang dapat teridentifikasi.
Sebelumnya, kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 pertama kali dilaporkan kepada Kantor SAR Surabaya sekitar pukul 08.24 WIB oleh petugas Syahbandar Tanjung Perak. Selang satu menit kemudian, operator kapal mengonfirmasi bahwa kapal mengalami kebakaran saat berlayar dari Surabaya menuju Makassar dengan jumlah penumpang dan kru diperkirakan sekitar 250 orang.
Informasi awal dari nahkoda menyebut kebakaran terjadi sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB di perairan utara Madura. Namun setelah laporan disampaikan, komunikasi dengan kapal terputus.
Koordinasi SAR dengan kapal Meratus Project 3 menunjukkan posisi KMP Mutiara Sentosa 2 berada sekitar 19 mil laut di utara Pulau Sapudi. Saat itu, hampir seluruh bagian kapal dilaporkan telah dilalap api. Para penumpang bertahan di area anjungan dan haluan sambil menunggu bantuan datang.
Karena membawa muatan yang mudah terbakar, kapal Meratus Project 3 tidak dapat merapat ke lokasi. Proses penyelamatan kemudian dilakukan oleh TB Hasnur 26 bersama kapal British Mentor. Sejumlah penumpang dilaporkan terpaksa melompat ke laut demi menyelamatkan diri sebelum akhirnya berhasil dievakuasi.
Untuk mempercepat operasi penyelamatan, KN SAR 249 Permadi diberangkatkan dari Surabaya, sementara Pos SAR Sumenep mengirimkan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) ke lokasi kejadian. Hingga kini, operasi pencarian, penyelamatan, dan pendataan korban masih terus dilakukan.
Pemerintah bersama tim SAR juga berupaya memastikan seluruh penumpang dapat segera teridentifikasi sehingga keluarga memperoleh kepastian mengenai kondisi orang-orang yang mereka cintai.








