Siap-siap bayar tagihan listrik di akhir bulan, ada kabar yang cukup bikin lega. Hingga Selasa, 28 Juli 2026, tarif listrik PLN masih belum mengalami perubahan. Jadi, pelanggan di semua golongan masih membayar listrik dengan tarif yang sama seperti yang mulai berlaku sejak awal Juli.
Artinya, masyarakat belum perlu khawatir soal kenaikan tarif listrik dalam waktu dekat. Pemerintah memutuskan tarif listrik tetap berlaku sepanjang Triwulan III 2026, yaitu untuk periode Juli sampai September 2026.
Keputusan ini diambil agar daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah kondisi ekonomi yang masih membutuhkan stabilitas. Selain membantu rumah tangga mengatur pengeluaran, kebijakan tersebut juga diharapkan memberikan kepastian bagi pelaku usaha sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan dengan baik.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemerintah memilih mempertahankan tarif listrik tanpa kenaikan pada kuartal ketiga tahun 2026 demi menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mendukung daya beli masyarakat.
Penetapan tarif listrik sendiri bukan dilakukan secara sembarangan. Pemerintah mengacu pada ketentuan dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 yang mengatur bahwa evaluasi tarif listrik dilakukan setiap tiga bulan sekali.
Dalam proses evaluasi tersebut, terdapat beberapa indikator ekonomi yang menjadi bahan pertimbangan. Mulai dari nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, harga minyak mentah Indonesia (ICP), tingkat inflasi nasional, hingga Harga Batubara Acuan (HBA). Jika indikator-indikator tersebut berubah signifikan, pemerintah dapat melakukan penyesuaian tarif pada periode berikutnya.
Ada Diskon Tarif Listrik?
Sayangnya, sampai hari ini belum ada program diskon tarif listrik yang diberikan kepada pelanggan PLN.
Sebelumnya memang sempat ada promo bertajuk “Semangat Baru Makin Berdaya” yang memberikan potongan biaya tambah daya listrik bagi pelanggan yang ingin meningkatkan kapasitas listrik di rumah atau tempat usahanya.
Namun promo tersebut hanya berlangsung selama dua minggu, mulai 14 Juli hingga 27 Juli 2026, sehingga per 28 Juli 2026 program itu sudah resmi berakhir. Artinya, saat ini pelanggan yang ingin menambah daya kembali dikenakan biaya sesuai ketentuan normal yang berlaku.
Meski belum ada diskon baru, masyarakat tetap disarankan rutin memantau informasi resmi dari PLN maupun pemerintah. Tidak menutup kemungkinan akan ada promo atau stimulus baru pada momen-momen tertentu seperti peringatan hari besar nasional atau program pelayanan pelanggan berikutnya.
Daftar Tarif Listrik PLN Berlaku 28 Juli 2026
Berikut tarif listrik yang masih berlaku selama Triwulan III 2026.
Rumah Tangga
- R-1/TR 900 VA RTM: Rp1.352 per kWh
- R-1/TR 1.300 VA: Rp1.444,70 per kWh
- R-1/TR 2.200 VA: Rp1.444,70 per kWh
- R-2/TR 3.500–5.500 VA: Rp1.699,53 per kWh
- R-3/TR di atas 6.600 VA: Rp1.699,53 per kWh
Untuk pelanggan rumah tangga bersubsidi:
- R-1/TR 450 VA: Rp415 per kWh
- R-1/TR 900 VA: Rp605 per kWh
Bisnis
- B-2/TR 6.600 VA–200 kVA: Rp1.444,70 per kWh
- B-3/TM di atas 200 kVA: Rp1.114,74 per kWh
Industri
- I-3/TM di atas 200 kVA: Rp1.114,74 per kWh
- I-4/TT di atas 30.000 kVA: Rp996,74 per kWh
Fasilitas Pemerintah dan Penerangan Jalan
- P-1/TR 6.600 VA–200 kVA: Rp1.699,53 per kWh
- P-2/TM di atas 200 kVA: Rp1.522,88 per kWh
- P-3/TR Penerangan Jalan Umum: Rp1.699,53 per kWh
- L/TR, TM, TT: Rp1.644,52 per kWh
Pelayanan Sosial
- S-1/TR 450 VA: Rp325 per kWh
- S-1/TR 900 VA: Rp455 per kWh
- S-1/TR 1.300 VA: Rp708 per kWh
- S-1/TR 2.200 VA: Rp760 per kWh
- S-1/TR 3.500 VA–200 kVA: Rp900 per kWh
- S-2/TM di atas 200 kVA: Rp925 per kWh
Jadi, kalau kamu bertanya apakah tarif listrik PLN berubah pada 28 Juli 2026, jawabannya belum. Seluruh golongan pelanggan masih menggunakan tarif yang sama selama Triwulan III 2026, dan hingga saat ini pemerintah juga belum mengumumkan adanya program diskon tarif listrik baru.
Yang sudah berakhir justru promo diskon biaya tambah daya PLN, sehingga pelanggan yang ingin meningkatkan daya listrik kini kembali mengikuti tarif normal sesuai ketentuan yang berlaku.








