Sabda Tuhan senantiasa menjadi terang yang menuntun langkah hidup orang beriman. Melalui Bacaan Injil dan renungan harian, kita diajak untuk semakin mengenal Kristus, memperteguh iman, serta menemukan kekuatan dalam menjalani setiap peristiwa kehidupan.
Merenungkan Sabda Allah bukan sekadar kebiasaan rohani, melainkan perjumpaan pribadi dengan Tuhan yang mengubah hati dan menuntun kita untuk hidup dalam kasih, pengharapan, dan kebenaran.
Saudara-saudari terkasih, hari ini kita memasuki Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian untuk Selasa, 8 September 2026. Dalam Kalender Liturgi Gereja Katolik, hari ini merupakan Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria, dengan warna liturgi putih.
Marilah kita mempersiapkan hati dan membuka diri terhadap Sabda Tuhan. Semoga setiap ayat yang kita dengarkan dan setiap renungan yang kita baca menjadi benih yang bertumbuh serta menghasilkan buah dalam menjalani kehidupan kita.
Bacaan Pertama: Mi 5:1-4a
Tibalah saatnya perempuan yang mengandung itu melahirkan.
Beginilah firman Tuhan:”Hai Betlehem di wilayah Efrata,hai engkau yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, yang sudah ada sejak dahulu kala. Ia akan membiarkan mereka
sampai saatnya perempuan yang mengandung itu telah melahirkan; lalu saudara-saudaranya yang masih ada akan kembali kepada orang Israel. Maka ia akan bertindak, dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan Tuhan, dalam kemegahan nama Tuhan Allahnya; mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi, dan dia menjadi damai sejahtera.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
ATAU BACAAN LAIN: Rom 8:28-30
“Mereka yang dipanggil Allah, juga dibenarkan oleh-Nya.”
Saudara-saudara, kita tahu, bahwa Allah bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Anak-Nya itu menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya itu, juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, juga dimuliakan-Nya.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm 13:6ab.6cd
Ref: Aku bersukacita dalam Tuhan.
Ya Tuhan, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorai karena penyelamatan-Mu.
Aku mau menyanyi untuk Tuhan,karena Ia telah berbuat baik kepadaku.
Bait Pengantar Injil: Yoh 15:16
Ref. Alleluya.
Berbahagialah engkau, hai Perawan Maria, dan sangat terpuji. Sebab dari padamu telah terbit Sang Surya Keadilan, yakni Kristus, Allah kita.
Bacaan Injil: Matius 1:1-16,18-23
Anak yang ada di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub,
Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya. Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dan Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram.
Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai.
Isai memperanakkan Raja Daud, Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria. Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa. Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia.
Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia. Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel. Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel.
Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor. Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim. Akhim memperanakkan Eliud, Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan.
Matan memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. (Kelahiran Yesus adalah sebagai berikut: Pada waktu Maria, ibu Yesus, bertunangan dengan Yusuf, ternyata Maria mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
Karena Yusuf, suaminya, seorang yang tulus hati, dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika Yusuf mempertimbangkan maksud itu,
malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata, “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
Maria akan melahirkan anak laki-laki, dan engkau akan menamai Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” Hal itu terjadi supaya genaplah firman Tuhan yang dinyatakan oleh nabi, “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamai Dia Immanuel” yang berarti: Allah menyertai kita.)
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik Selasa, 8 September 2026
Saudara-saudari terkasih, hari ini, 8 September, Gereja dengan penuh sukacita merayakan Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria. Injil yang kita dengarkan memang tidak menceritakan secara langsung tentang kelahiran Maria. Kita justru mendengar silsilah Yesus dan kisah ketika Maria mengandung dari Roh Kudus. Namun justru melalui Injil ini kita diajak melihat betapa pentingnya kehadiran Maria dalam karya keselamatan Allah.
Silsilah Yesus menunjukkan bahwa kedatangan Sang Juruselamat tidak terjadi secara tiba-tiba. Allah mempersiapkannya melalui perjalanan panjang sejarah manusia. Ada begitu banyak nama, generasi, keluarga, perjuangan, bahkan masa-masa gelap. Dari sejarah itulah akhirnya lahir Maria, seorang perempuan sederhana yang dipilih Allah untuk mengambil bagian dalam misteri keselamatan.
Kelahiran Maria menjadi tanda bahwa Allah sering memulai karya-Nya yang besar melalui sesuatu yang tampaknya kecil. Maria tidak lahir sebagai seorang tokoh terkenal. Ia bukan manusia yang memiliki kekuasaan atau kedudukan istimewa di mata dunia. Namun dari kehidupan yang sederhana itulah Allah mempersiapkan seorang ibu bagi Yesus, Sang Juruselamat.
Di sini kita menemukan pesan penting bagi kehidupan kita. Jangan menganggap hidup kita terlalu biasa untuk menjadi berarti bagi Tuhan. Rumah tangga yang berusaha bertahan dalam kasih, orang tua yang mendidik anak dengan kesabaran, seorang anak yang belajar bertanggung jawab, seseorang yang memilih mengampuni daripada membalas, semuanya dapat menjadi bagian dari karya Allah.
Maria juga mengajarkan bahwa kehidupan yang dipersembahkan kepada Tuhan tidak selalu dimulai dengan memahami seluruh rencana-Nya. Ketika Yusuf mengetahui keadaan Maria, ia pun berada dalam kebingungan. Namun Tuhan menuntunnya untuk tidak takut. Maria dan Yusuf menunjukkan kepada kita bahwa iman berarti memberi ruang bagi Allah untuk bekerja, bahkan ketika jalan di depan belum jelas.
Maka pada pesta kelahiran Maria ini, kita tidak hanya bersyukur karena Maria telah lahir, tetapi juga belajar dari hidupnya: bahwa kesetiaan dalam perkara sederhana dapat menjadi jalan bagi karya Allah yang besar.
Semoga kita pun berani berkata melalui hidup dan pilihan kita: Tuhan, gunakanlah hidupku menjadi bagian kecil dari rencana keselamatan-Mu. Sebab sering kali Allah menghadirkan harapan bagi banyak orang bukan melalui sesuatu yang besar dan gemerlap, melainkan melalui hati manusia yang sederhana, tulus, dan bersedia mengatakan “ya” kepada kehendak-Nya.
Doa Penutup
Tuhan Yesus, ajarlah kami menerima masa lalu tanpa terus terbelenggu olehnya. Beri kami hati seperti Yusuf: tulus, tenang, dan berani menaati kehendak-Mu. Ketika hidup belum kami pahami, tuntunlah langkah kami. Bantulah kami menjaga martabat sesama, memilih kebaikan, dan percaya bahwa penyertaan-Mu selalu membawa harapan dalam kehidupan kami yang kami jalani.








