Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur dari Jabatan, Pemerintah Siapkan Langkah Lanjut Program MBG

45 Hari, Alasan, BGN, Kepala, Kursi, Menjabat, Mundur, Nanik S Deyang, resmi
Rate this post

Kabar mengejutkan datang dari Badan Gizi Nasional (BGN). Nanik S Sudaryati Deyang resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala BGN setelah baru sekitar 45 hari memimpin lembaga yang bertanggung jawab menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keputusan tersebut dikonfirmasi pada Rabu (22/7/2026). Alasan utama di balik pengunduran diri Nanik bukan karena persoalan kebijakan, melainkan kondisi kesehatannya yang mengharuskannya menjalani pengobatan jantung di luar negeri.

Read More

Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, menjelaskan bahwa Nanik telah menyampaikan langsung keputusan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Hari ini, 22 Juli 2026, Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung. Beliau juga mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” kata Dirgayuza Setiawan.

Mundur Demi Fokus Pemulihan Kesehatan

Keputusan mundur ini diambil agar Nanik dapat berkonsentrasi menjalani proses pengobatan tanpa mengganggu jalannya tugas sebagai pimpinan BGN.

Posisi Kepala BGN sendiri memiliki tanggung jawab besar karena menjadi ujung tombak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menekan angka stunting.

Dengan mundurnya Nanik, pemerintah diperkirakan akan segera menyiapkan langkah lanjutan agar roda organisasi dan pelaksanaan program MBG tetap berjalan tanpa hambatan.

Dinilai Langsung Bergerak Benahi Internal

Dirgayuza mengaku telah mengenal Nanik sejak Pemilu 2014. Menurutnya, Nanik dikenal sebagai sosok yang cepat bertindak ketika melihat adanya persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat.

Ia menilai, meski masa kepemimpinannya tergolong singkat, Nanik sudah mulai melakukan berbagai pembenahan di lingkungan Badan Gizi Nasional.

“Ketika dipercaya Presiden memimpin BGN, hanya dalam satu setengah bulan, ia membongkar masalah dan meletakkan fondasi perbaikan,” ungkap Dirga.

Selama memimpin, Nanik juga disebut turun langsung melihat dampak Program MBG terhadap perekonomian masyarakat.

Menurut Dirga, ketika program MBG sempat berhenti selama masa libur sekolah sekitar tiga minggu, dampaknya langsung dirasakan oleh banyak pelaku usaha di sektor pangan.

“Ia juga melihat sendiri bagaimana MBG menghidupkan ekonomi rakyat. Ketika program berhenti selama tiga minggu libur sekolah, petani dan peternak mengeluh hasil produksinya tidak terserap. Pedagang pasar harus membuang sayur dan buah karena kehilangan pembeli,” tambahnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa manfaat MBG tidak hanya dirasakan para penerima makanan bergizi, tetapi juga ikut menggerakkan rantai ekonomi, mulai dari petani, peternak, pemasok bahan pangan hingga pedagang pasar tradisional.

Baru Dilantik Awal Juni 2026

Nanik resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Gizi Nasional pada 8 Juni 2026.

Ia menggantikan Dadan Hindayana yang sebelumnya diberhentikan dari jabatan tersebut. Dalam pelantikan itu, Presiden juga menunjuk Agustina Arumsari dan Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.

Pengangkatan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 18/M Tahun 2026 mengenai pemberhentian dan pengangkatan pimpinan Badan Gizi Nasional.

Artinya, sejak dilantik hingga mengundurkan diri, masa jabatan Nanik hanya berlangsung sekitar satu setengah bulan atau tepatnya 45 hari.

Nama Nanik sempat menjadi perhatian publik ketika pelantikannya di Istana Negara pada Juni lalu. Saat itu, ia terlihat meneteskan air mata usai resmi menerima amanah sebagai Kepala BGN.

Momen tersebut banyak dikaitkan dengan besarnya tanggung jawab yang harus dipikul untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis, program nasional yang menyasar jutaan penerima manfaat di berbagai daerah.

Alasan Prabowo Memilih Nanik

Sebelum resmi memimpin BGN, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sempat menjelaskan alasan Presiden Prabowo menunjuk Nanik sebagai pengganti kepala sebelumnya.

Menurut Prasetyo, Presiden melihat Nanik sebagai figur yang memiliki disiplin tinggi dan sangat serius menjaga kualitas pelaksanaan Program MBG.

“Kedisiplinan di dalam menjalankan manajemen di Badan Gizi Nasional, kedisiplinan juga di dalam menjaga kualitas makanan yang kita sajikan kepada seluruh penerima manfaat,” tutur Prasetyo.

Tak hanya itu, Presiden juga meyakini Nanik mampu memastikan seluruh proses pelaksanaan MBG berjalan sesuai standar operasional yang telah ditetapkan pemerintah.

Prasetyo menyebut karakter kepemimpinan Nanik yang dikenal tegas menjadi salah satu alasan utama dirinya dipercaya memimpin BGN.

“Dalam evaluasi dan monitoring, beliau (Nanik) salah satu yang cukup, kalau boleh dibilang sangat strict, sangat tegas,” kata Prasetyo.

Pemerintah saat itu berharap pengalaman Nanik bersama dua wakil kepala yang baru mampu mempercepat proses pembenahan internal sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.

“Untuk kita minta ke beliau, yang kemudian dibantu oleh dua wakil yang baru, untuk sesegera mungkin melakukan perbaikan-perbaikan dan pembenahan-pembenahan,” pungkas Prasetyo.

Di tengah pergantian pimpinan, Badan Gizi Nasional masih menghadapi berbagai pekerjaan rumah. Mulai dari pembenahan data penerima manfaat, evaluasi operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), peningkatan kualitas distribusi makanan, hingga memastikan anggaran program dimanfaatkan secara efektif dan tepat sasaran.

Karena itu, siapa pun yang nantinya dipercaya mengisi posisi Kepala BGN akan menghadapi tantangan besar untuk menjaga keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *