Jagat medsos lagi rame banget nih gara-gara muncul struk pembelian BBM yang nunjukin kalau harga asli Pertalite ternyata bukan Rp10 ribu per liter. Yup, banyak orang langsung melongo pas lihat angkanya tembus Rp16 ribuan. Auto bikin debat di mana-mana, dari Threads sampai grup WhatsApp keluarga.
Banyak yang langsung nanya, “Lah kok bisa Pertalite lebih mahal dari Pertamax?”
Awalnya semua bermula dari unggahan viral di media sosial yang nampilin rincian struk harga Pertalite sebelum disubsidi pemerintah. Di struk itu tertulis:
- Harga dasar Pertalite: Rp16.088 per liter
- Subsidi pemerintah: Rp6.088 per liter
- Harga yang dibayar masyarakat: Rp10.000 per liter
Nah, dari situ netizen langsung heboh. Banyak yang baru sadar ternyata harga BBM yang biasa mereka beli di SPBU udah “ditahan” pemerintah lewat subsidi.
Kok Bisa Harga Asli BBM Mahal Banget? Jadi gini sob, harga BBM itu sebenernya ngikutin banyak faktor.
Mulai dari harga minyak dunia, nilai tukar dolar, biaya distribusi, sampai biaya pengolahan minyak jadi BBM siap pakai.
Karena harga minyak global belakangan masih naik-turun nggak jelas, otomatis biaya produksi BBM juga ikut terdampak. Makanya kalau dihitung full tanpa bantuan subsidi, harga Pertalite bisa nyentuh Rp16 ribuan per liter.
Tapi pemerintah tetap kasih subsidi biar masyarakat nggak terlalu berat pas isi bensin harian. Jadi walaupun harga aslinya tinggi, warga tetap bayar Rp10 ribu per liter di SPBU.
Kenapa Pertamax Malah Lebih Murah dari Harga Asli Pertalite?
Nah ini yang bikin banyak orang bingung. Di beberapa daerah, harga Pertamax sekarang ada di kisaran Rp12 ribuan. Sedangkan harga dasar Pertalite sebelum subsidi malah Rp16 ribuan.
Ternyata alasannya karena sistemnya beda, bro.
Pertalite itu BBM subsidi, jadi ada campur tangan pemerintah buat nutup sebagian biayanya. Sementara Pertamax masuk kategori non-subsidi, jadi harganya langsung ngikutin mekanisme pasar dan penyesuaian dari Pertamina.
Makanya jangan bandingin harga dasar Pertalite sama harga jual Pertamax secara mentah gitu aja, karena skemanya emang beda kelas.
Kata Pertamina Gimana?
Pihak PT Pertamina Patra Niaga juga udah buka suara soal ramainya pembahasan ini. Mereka bilang angka Rp16.088 itu memang harga keekonomian alias harga asli sebelum subsidi pemerintah masuk.
Menurut mereka, subsidi BBM masih dibutuhin buat bantu daya beli masyarakat sekaligus menjaga ekonomi tetap jalan normal.
Soalnya kalau harga BBM langsung dilepas full ke pasar, efeknya bisa ke mana-mana. Harga transportasi naik, ongkir naik, harga makanan bisa ikut melonjak juga.
Seperti biasa, internet nggak pernah sepi pendapat. Ada yang bilang subsidi BBM emang penting banget buat rakyat kecil. Tapi ada juga yang ngerasa subsidi harus lebih tepat sasaran biar nggak salah dinikmati orang yang sebenarnya mampu.
Beberapa netizen bahkan mulai debat soal masa depan subsidi energi di Indonesia. Ada yang pengen subsidi tetap lanjut, ada juga yang pengen dialihin ke sektor lain kayak pendidikan atau kesehatan.
Intinya gini sob:
- Harga yang dibayar masyarakat sekarang tetap Rp10 ribu per liter
- Harga Rp16.088 itu harga sebelum subsidi
- Pemerintah nutup selisih sekitar Rp6 ribuan per liter
- Pertamax beda skema karena non-subsidi
Walaupun rame diperdebatkan, untuk sekarang kebijakan subsidi Pertalite masih jalan terus demi menjaga harga BBM tetap stabil di tengah kondisi ekonomi global yang masih naik-turun kayak roller coaster.
Yang jelas, setelah lihat rincian ini, banyak orang jadi makin sadar kalau subsidi BBM ternyata gede juga ya nominalnya tiap liter.








