Aplikasi Dapodik versi 2027 kini resmi hadir dan siap dipakai untuk pendataan Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027. Buat yang belum update, jangan ditunda terlalu lama ya. Soalnya versi terbaru ini jadi syarat agar data sekolah tetap sinkron dengan sistem pusat.
Bukan cuma tampilannya yang lebih segar, Dapodik 2027 juga membawa sejumlah pembaruan penting. Mulai dari proses instalasi yang lebih rapi, pengelolaan data sarana dan prasarana (Sarpras) yang makin detail, sampai solusi buat sekolah yang mendadak muncul status “Menolak BOSP”.
Sebelum buru-buru memasang Dapodik 2027, pastikan semua data di versi sebelumnya sudah disinkronkan. Kalau belum sinkron, perubahan data yang sudah dikerjakan bisa saja hanya tersimpan di komputer dan belum masuk ke server pusat.
Siapkan juga beberapa hal penting seperti:
- Kode registrasi sekolah.
- Email akun Dapodik yang masih aktif.
- Password akun.
- Koneksi internet yang stabil.
- Hak akses Administrator pada komputer Windows.
Yang paling penting, download installer hanya dari portal resmi Dapodik Kemendikdasmen. Hindari mengunduh file dari grup chat atau situs yang tidak jelas karena berpotensi membawa file yang telah dimodifikasi.
Cara Install Dapodik 2027 Biar Lancar
Proses pemasangannya sebenarnya cukup mudah.
Pertama, unduh installer resmi Dapodik 2027. Setelah selesai, tutup aplikasi Dapodik lama beserta browser yang masih terbuka.
Selanjutnya masuk ke menu Add or Remove Programs, lalu uninstall aplikasi Dapodik versi sebelumnya agar tidak bentrok dengan versi terbaru.
Kalau browser masih menampilkan tampilan lama, cukup bersihkan cache menggunakan kombinasi tombol Ctrl + Shift + Delete. Tidak perlu menghapus password yang masih digunakan.
Setelah itu klik kanan installer Dapodik 2027 lalu pilih Run as Administrator. Ikuti seluruh proses instalasi sampai selesai dan tekan Finish.
Begitu aplikasi terbuka, lakukan registrasi online menggunakan kode registrasi, email, dan password akun Dapodik.
Kalau data sekolah belum muncul setelah registrasi selesai, cukup jalankan fitur Tarik Data agar seluruh data terbaru dari server ikut masuk ke aplikasi.
Fitur Sarpras Kini Lebih Rapi dan Detail
Salah satu perubahan yang cukup terasa ada pada menu Sarana dan Prasarana (Sarpras).
Kini operator lebih mudah menginput berbagai aset sekolah mulai dari:
- Tanah.
- Bangunan.
- Ruang kelas.
- Peralatan sekolah.
- Buku.
- Sarana pendukung lainnya.
Bagian Jenis Alat juga mendapatkan tampilan baru sehingga pencarian referensi menjadi lebih cepat dan pencatatan aset sekolah semakin tertata.
Saat ingin menambahkan alat baru, operator cukup membuka menu Sarpras, masuk ke submenu Alat, lalu klik Tambah.
Selanjutnya pilih jenis alat sesuai referensi resmi, isi spesifikasi barang, jumlah, kondisi, lokasi penempatan, status kepemilikan, kemudian simpan data.
Jika muncul peringatan validasi, segera perbaiki data sebelum melanjutkan proses berikutnya.
Khusus jenjang PAUD, referensi Sarpras kini juga lebih lengkap, mulai dari alat sensorimotorik, permainan pembangunan, permainan peran, media keaksaraan hingga alat permainan edukatif luar ruangan.
Sedangkan pada data buku, operator wajib menggunakan daftar referensi resmi yang sudah terhubung dengan Sistem Informasi Perbukuan Indonesia sehingga tidak diperbolehkan membuat data buku fiktif hanya untuk menghilangkan status invalid.
Status “Menolak BOSP” Muncul? Tenang, Ada Solusinya
Masalah yang cukup sering bikin operator deg-degan adalah munculnya status “Menolak BOSP” setelah update aplikasi.
Padahal, biasanya masalah ini hanya terjadi karena pengaturan pada data sekolah belum sesuai.
Cara mengatasinya cukup masuk ke menu Satuan Pendidikan, kemudian buka Data Periodik atau Data Rinci, lalu cari bagian Bersedia Menerima BOSP.
Pastikan pilihannya berubah menjadi “Ya”, simpan perubahan, lakukan validasi, login menggunakan akun kepala sekolah, lalu lakukan sinkronisasi.
Kalau kolom tersebut tidak bisa diubah, lakukan Tarik Data terlebih dahulu dan pastikan akun yang digunakan memiliki hak akses yang sesuai.
Apabila setelah sinkronisasi status di aplikasi sudah berubah menjadi “Ya”, tetapi di server masih tertulis “Menolak”, operator disarankan tidak buru-buru menginstal ulang aplikasi. Tunggu proses pembaruan data di server karena biasanya membutuhkan waktu sebelum perubahan benar-benar tampil.
Jika setelah menunggu status tetap belum berubah, sekolah dapat berkoordinasi dengan admin Dapodik dinas pendidikan agar dilakukan pengecekan lebih lanjut.
Dengan hadirnya Dapodik 2027, pemerintah berharap seluruh data peserta didik, guru, tenaga kependidikan hingga aset sekolah semakin akurat. Ketelitian operator menjadi faktor penting agar data yang dikirim benar-benar sesuai kondisi di lapangan.
Semakin lengkap dan valid data yang diinput, semakin mudah pula proses perencanaan program pendidikan, penyaluran bantuan, hingga penyusunan berbagai kebijakan pendidikan nasional.








