Program SMK Go Global Strategi Pemerintah Siapkan 300–500 Ribu Tenaga Terampil untuk Pasar Kerja Internasional

Anjas Nugie
Rate this post

Dunia kerja makin global, bestie! Pemerintah lagi ngebut nyiapin lulusan SMK dan SMA biar bisa “go international” lewat program kece bernama SMK Go Global. Targetnya nggak main-main, ratusan ribu anak muda Indonesia bakal dikirim kerja ke luar negeri — tapi ada syarat barunya nih!

Program ini lagi digodok serius sama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Masyarakat, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (24/2/2026), beliau minta para duta besar RI di berbagai negara buat nggak cuma duduk manis, tapi gercep nyiapin skema bisnis yang matang buat pekerja migran Indonesia.

Jadi nggak asal kirim, tapi harus jelas: negaranya butuh tenaga apa, skill-nya apa, sampai sistem rekrutmennya gimana.

Cak Imin bilang,

“Sehingga saya sampaikan kepada para duta-duta besar di berbagai negara untuk segera menyiapkan satu skema bisnis proses yang lebih detail agar masing-masing duta besar melaporkan kepada kami berdua berapa persiapan tenaga kerja mikran kita yang bisa direkrut,”

Beliau juga bakal rapat bareng Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), ketemu para dubes baik online maupun offline. Topiknya? Prospek pasar kerja luar negeri plus kesiapan pemberangkatan tenaga kerja dengan minimal pendidikan SMK atau SMA.

Nah, ini poin pentingnya 👇
Program ini khusus buat lulusan minimal SMK atau SMA.

Cak Imin tegas bilang,

“Di bawah SMK-SMA kita tidak ikut merekomendasikan,”

Kenapa harus minimal SMK/SMA? Karena pemerintah pengen pekerja migran Indonesia naik kelas. Bukan cuma kerja domestik, tapi bisa masuk sektor dengan keahlian khusus yang lebih dihargai secara global.

Beberapa bidang yang lagi banyak dicari di pasar internasional antara lain:

  • Welder (pengelasan industri berat)
  • Hospitality (perhotelan & pariwisata)
  • Tenaga kesehatan

Artinya, peluang buat yang punya skill teknis makin kebuka lebar.

Nggak cuma itu, Cak Imin juga dorong sekolah vokasi dan lembaga pelatihan — baik swasta maupun milik kementerian — buat upgrade kurikulum biar standarnya internasional. Jadi bukan cuma punya ijazah, tapi juga sertifikasi yang diakui global.

Beliau menegaskan,

“Kami juga terus mendorong agar ekosistem lembaga pelatihan peningkatan mutu kurikulum SMK yang berkelas internasional. Standardnya kita akan minta supaya SMK yang memang menyiapkan pekerja mikran di luar negeri mengikuti standard yang sertifikat,”

Targetnya ambisius banget: pemerintah ingin mengirim sekitar 300 ribu sampai 500 ribu lulusan SMA/SMK ke luar negeri lewat skema ini. Kalau terealisasi, ini bisa jadi salah satu program pengiriman tenaga kerja terstruktur terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Intinya?
Kalau kamu anak SMK atau SMA yang punya skill dan pengen kerja di luar negeri, sekarang momentumnya lagi dibuka lebar. Tapi harus siap kompeten, punya sertifikasi, dan lolos standar internasional.

Gas upgrade skill dari sekarang, karena persaingan global nggak nunggu siapa-siapa 🚀

Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *