Karhutla Sejumlah Wilayah Kalimantan Masih Jadi Sorotan, Operasi Darat dan Udara Diperluas

Api, Armada, hutan, Kalimantan, Karhutla, kebakaran, Personel, udara
Rate this post

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Kalimantan masih jadi perhatian serius pemerintah. Memasuki hari ke-48 penanganan, operasi di lapangan terus diperkuat dengan melibatkan 12.880 personel gabungan serta dukungan armada udara untuk mempercepat pemadaman. Pemerintah juga meningkatkan pemantauan karena titik kebakaran baru masih muncul di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan Timur.

Operasi ini nggak cuma mengandalkan satu instansi. Kementerian Kehutanan, BNPB, BMKG, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api, relawan, sampai masyarakat ikut turun tangan. Fokus utama operasi darat berada di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Read More

“Operasi terpadu pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, dengan penanganan yang disesuaikan berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan,” tulis Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, Jumat (21/8/2026).

12.880 Personel Disebar ke Tiga Provinsi

Dari total kekuatan yang dikerahkan, 10.700 personel berada di Kalimantan Tengah, 1.410 personel di Kalimantan Barat, dan 770 personel di Kalimantan Selatan. Jumlah tersebut digunakan untuk berbagai tugas, mulai dari memantau titik panas (hotspot), patroli terpadu, pengecekan langsung ke lapangan, sampai pemadaman darat.

Tugas petugas juga nggak berhenti ketika api terlihat sudah padam. Area yang terbakar harus dibasahi dan didinginkan untuk mengurangi risiko munculnya api kembali. Penyekatan lokasi terbakar serta penjagaan di kawasan yang dianggap rawan juga dilakukan sebagai bagian dari pencegahan.

Untuk memperkuat operasi, posko terpadu digunakan sebagai pusat koordinasi. Dari sini, petugas bisa menentukan lokasi mana yang harus mendapat prioritas dan menyesuaikan pengerahan personel maupun peralatan berdasarkan kondisi terbaru.

Armada Udara Ikut Digeber

Penanganan karhutla kali ini juga diperkuat dari udara. BNPB menyiapkan satuan tugas udara di enam provinsi prioritas, yaitu Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Secara keseluruhan, pemerintah mengerahkan 52 pesawat untuk mendukung operasi di enam provinsi tersebut. Dari jumlah itu, 30 pesawat beroperasi di wilayah Kalimantan dan 22 pesawat berada di Sumatra. Pada Jumat (21/8), lima pesawat TNI AU juga diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur untuk memperkuat operasi yang sudah berjalan.

“Selain penguatan satgas darat, BNPB juga melakukan penguatan penanganan karhutla melalui satgas udara di enam provinsi prioritas,” ujar Berton dalam keterangan resminya, Jumat (21/8/2026).

Di Riau, BNPB mengoperasikan satu helikopter patroli, satu helikopter untuk operasi modifikasi cuaca (OMC), dan lima helikopter water bombing. Jambi mendapat satu helikopter patroli, satu unit OMC, serta dua helikopter water bombing.

“Selanjutnya di Sumatra Selatan, BNPB menurunkan satu unit heli untuk patroli udara, satu unit untuk operasi modifikasi cuaca (OMC), dan tujuh unit heli untuk melakukan water bombing,” jelasnya.

Sementara itu, Kalimantan Selatan diperkuat satu helikopter patroli, satu unit OMC, dan tiga unit water bombing. Kalimantan Tengah mendapat satu helikopter patroli, satu unit OMC, dan empat unit water bombing. Kalimantan Barat diperkuat dua helikopter patroli, satu unit OMC, dan lima unit water bombing.

“Pengoperasian helikopter tersebut akan terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Sementara untuk OMC, BNPB berkolaborasi dengan BMKG untuk memantau pertumbuhan potensi awan hujan yang dapat dimanfaatkan untuk OMC,” imbuhnya.

Paser Kembali Dilanda Karhutla

Perhatian pemerintah juga mengarah ke Kalimantan Timur. Di Kabupaten Paser, kebakaran kembali muncul pada Rabu (19/8) di Kecamatan Tanah Grogot, Batu Sopang, dan Batu Engau. Kebakaran tersebut terjadi di kawasan konservasi dengan material berupa semak belukar dan gambut dengan luas sekitar 25,29 hektare.

BPBD Kabupaten Paser langsung melakukan pemadaman dari jalur darat. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas tetap melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik yang kembali menyala. Kebakaran di wilayah tersebut dinyatakan padam pada Kamis (20/8).

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan luas kumulatif sekitar 49,55 hektare. Tim Reaksi Cepat BPBD bersama relawan dan petugas pemadam kebakaran diterjunkan ke sejumlah lokasi yang masih bisa dijangkau melalui jalur darat.

Berdasarkan pemantauan visual pada Kamis (20/8), sebagian besar titik api di Kutai Kartanegara sudah berhasil dipadamkan. Meski begitu, kebakaran masih terpantau di Kelurahan Pendingin.

“Penanganan karhutla di Pulau Kalimantan masih menjadi prioritas utama pemerintah saat ini,” jelasnya.

Sumur Bor Jadi Andalan Saat Air Makin Terbatas

Satu hal yang bikin penanganan karhutla makin menantang adalah ketersediaan air, terutama ketika kondisi kering berlangsung cukup lama. Karena itu, Kementerian Kehutanan juga memperkuat sarana pemadaman dengan membangun dan mengaktifkan sumur bor di sejumlah wilayah prioritas.

Sumur bor ini penting karena bisa membuat petugas lebih dekat dengan sumber air. Dengan begitu, proses pengisian peralatan pemadaman bisa dilakukan lebih cepat dan pembasahan area terbakar dapat terus berjalan.

Masalahnya, kalau kebakaran terjadi di lahan gambut, urusannya bisa lebih rumit. Bara dapat bertahan di bawah permukaan sehingga meski api yang terlihat sudah hilang, area tersebut tetap perlu dibasahi dan didinginkan secara menyeluruh agar api nggak muncul lagi.

Pemerintah pun nggak cuma mengejar target memadamkan api yang kelihatan. Pendinginan, pemantauan ulang, dan pencegahan munculnya titik api baru menjadi bagian penting dari operasi.

Kondisi Asap Tetap Perlu Diwaspadai

Karhutla juga bisa berdampak langsung ke aktivitas masyarakat karena asap dapat mengganggu kualitas udara dan jarak pandang. Data Kemenhut yang mengacu pada kondisi 19 Agustus menunjukkan jarak pandang sempat turun di beberapa wilayah, termasuk sekitar 1,2 kilometer di Bandara Supadio, sekitar 3 kilometer di Palangka Raya, dan hingga sekitar 400 meter di Bandara Syamsudin Noor. Kondisi kemudian membaik di sejumlah lokasi pada 20 Agustus, tetapi pemerintah menegaskan bahwa situasi asap tetap dinamis.

Artinya, kondisi di lapangan masih bisa berubah tergantung lokasi kebakaran, arah angin, kelembapan, kondisi atmosfer, dan pola penyebaran asap. Jadi, walaupun ada wilayah yang mulai membaik, kewaspadaan tetap diperlukan.

Masyarakat Diminta Jangan Bakar Lahan Sembarangan

Di tengah operasi besar-besaran ini, pemerintah daerah juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan, pemantauan, dan deteksi dini. Sarana serta prasarana pemadaman harus dipastikan tersedia di kawasan yang punya risiko kebakaran tinggi.

Masyarakat juga punya peran yang nggak kalah penting. Aktivitas pembakaran di wilayah rawan kebakaran diminta untuk dihindari. Kalau menemukan kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada otoritas daerah supaya petugas bisa bergerak lebih cepat.

“Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran di wilayah yang rawan terbakar. Apabila masyarakat mengetahui atau melihat kejadian kebakaran, segera melapor kepada otoritas daerah setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif,” tutur dia.

Jadi, situasi karhutla di Kalimantan memang masih belum bisa dianggap beres. Belasan ribu personel, puluhan pesawat, helikopter water bombing, operasi modifikasi cuaca, sampai sumur bor terus dimaksimalkan supaya api bisa dikendalikan dari darat maupun udara. Pemerintah juga masih memantau perkembangan titik panas dan kejadian baru, khususnya di wilayah yang kondisi lahannya rentan terbakar.

Buat masyarakat, pesan utamanya simpel: jangan melakukan pembakaran di area rawan dan jangan cuek kalau melihat titik kebakaran. Semakin cepat laporan masuk dan petugas bergerak, semakin besar peluang api bisa ditangani sebelum meluas.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *