Jika hari ini punya agenda melintas di kawasan Jakarta Pusat, khususnya sekitar Gambir dan kawasan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ada baiknya cek dulu kondisi lalu lintas sebelum berangkat. Soalnya, Rabu (29/7/2026) dijadwalkan berlangsung dua aksi unjuk rasa yang digelar oleh elemen mahasiswa di dua lokasi berbeda.
Untuk memastikan jalannya aksi tetap aman dan kondusif, aparat kepolisian telah menyiapkan 750 personel gabungan yang berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, serta Polsek jajaran. Pengamanan dilakukan guna mengawal jalannya penyampaian pendapat sekaligus menjaga ketertiban masyarakat dan kelancaran aktivitas di sekitar lokasi aksi.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menjelaskan bahwa aksi pertama akan berlangsung di kawasan Gambir, tepatnya di sekitar Jalan Medan Merdeka Barat, mulai sekitar pukul 10.00 WIB.
“Aksi unjuk rasa pertama datang dari Kelompok Cipayung Plus Jakarta Selatan dengan elemen LMND, HMI MPO, GMNI, PMKRI, HMI DIPO, SEMMI, PMII, IMM, KAMMI, dan HIKMAHBUDHI, serta beberapa elemen massa di wilayah Gambir,” kata Erlyn dalam keterangan tertulisnya, Rabu.
Kelompok Cipayung Plus sendiri merupakan wadah yang beranggotakan sejumlah organisasi kemahasiswaan dari berbagai latar belakang. Dalam berbagai kesempatan, kelompok ini kerap menyampaikan aspirasi mengenai isu-isu sosial, politik, hukum, ekonomi, hingga kebijakan publik melalui aksi damai sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, aksi kedua dijadwalkan berlangsung pada pukul 13.00 WIB di depan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI. Demonstrasi ini akan dilakukan oleh kelompok mahasiswa yang berbeda, yakni Forum Mahasiswa Hukum Progresif.
“Aksi unjuk rasa titik kedua akan digelar oleh Forum Mahasiswa Hukum Progresif. Sasaran aksinya bertempat di depan Kantor OJK RI pukul 13.00 WIB,” jelas Erlyn.
Meski kedua aksi berlangsung di lokasi yang berbeda, kepolisian telah menyiapkan pola pengamanan yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Personel akan ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan sekaligus membantu mengatur arus kendaraan di sekitar area demonstrasi.
Selain pengamanan, polisi juga menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional. Artinya, pengalihan arus kendaraan baru akan diberlakukan apabila jumlah massa maupun kondisi di lapangan dinilai berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.
Langkah ini umum diterapkan saat berlangsung aksi penyampaian pendapat di ruang publik agar mobilitas masyarakat tetap berjalan semaksimal mungkin tanpa mengurangi hak warga negara dalam menyampaikan aspirasi secara damai.
Bagi masyarakat yang memiliki aktivitas di kawasan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jalan MH Thamrin, Kebon Sirih, maupun sekitar Kantor OJK, disarankan untuk mengatur waktu perjalanan lebih awal atau memilih jalur alternatif jika diperlukan. Pengguna kendaraan pribadi maupun transportasi umum juga diimbau untuk memantau informasi lalu lintas secara berkala karena kondisi di lapangan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan aksi.
Kepolisian juga mengingatkan seluruh peserta aksi agar menyampaikan aspirasi secara tertib, mematuhi aturan yang berlaku, menjaga ketertiban umum, serta menghormati hak masyarakat lain yang tetap beraktivitas di sekitar lokasi.
Di sisi lain, warga yang melintas di sekitar titik demonstrasi diminta tetap tenang, mengikuti arahan petugas, dan tidak berhenti di sekitar lokasi aksi apabila tidak memiliki kepentingan mendesak. Dengan kerja sama antara aparat, peserta aksi, dan masyarakat, diharapkan seluruh rangkaian demonstrasi dapat berlangsung aman, damai, dan tanpa mengganggu aktivitas publik secara berlebihan.
Menutup keterangannya, Erlyn kembali mengingatkan masyarakat agar mengantisipasi kemungkinan kepadatan lalu lintas selama aksi berlangsung.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan beraktivitas melintasi kawasan tersebut untuk berhati-hati dan mencari rute alternatif untuk menghindari kemacetan selama aksi berlangsung,” tutup Erlyn.
Bagi warga yang memiliki agenda di pusat Kota Jakarta pada Rabu (29/7/2026), sebaiknya luangkan waktu untuk mengecek kondisi lalu lintas sebelum berangkat. Mengatur jadwal perjalanan lebih awal atau memilih jalur alternatif bisa menjadi langkah sederhana agar aktivitas tetap lancar tanpa terjebak kepadatan di sekitar lokasi unjuk rasa.
Dengan koordinasi antara aparat keamanan, penyelenggara aksi, dan masyarakat, diharapkan seluruh rangkaian demonstrasi dapat berlangsung damai, aspirasi tersampaikan dengan baik, serta aktivitas warga tetap berjalan sebagaimana mestinya.








