Betrand Peto tengah ramai diperbincangkan setelah muncul laporan polisi terkait dugaan kekerasan seksual yang disebut terjadi di sebuah tempat hiburan kawasan SCBD, Jakarta. Perkara ini masih berada dalam tahap penyelidikan, sehingga sejumlah informasi yang beredar sejauh ini masih berupa keterangan dari pihak-pihak yang terlibat.
Polda Metro Jaya telah menerima laporan dari perempuan berinisial ANW. Polisi kemudian mulai meminta keterangan dari pelapor dan sejumlah saksi untuk mengumpulkan informasi mengenai kejadian yang dilaporkan.
ANW sendiri telah menjalani pemeriksaan pada Senin (14/9/2026). Kuasa hukumnya, Deki Patria Nasution, menyebut kliennya mendapat 23 pertanyaan dari penyelidik, mulai dari keberangkatan menuju lokasi hingga rangkaian kejadian yang dilaporkan.
“Korban ditanya itu dengan 23 pertanyaan,” kata Deki.
ANW juga mengaku mengalami memar setelah berusaha melakukan perlawanan. Kuasa hukumnya menyebut terdapat luka pada bagian leher, tangan, dan siku.
Awalnya Diajak Masuk ke Private Room
Menurut keterangan ANW, kejadian bermula ketika dirinya bersama seorang teman berinisial DYP datang ke salah satu klub di kawasan SCBD sekitar pukul 02.00 WIB.
Di lokasi, seorang waitress disebut menawarkan mereka untuk bergabung ke private room tempat Betrand Peto bersama rombongannya. ANW mengatakan dirinya menerima tawaran tersebut setelah mendapat penjelasan bahwa kondisi ruangan aman.
“Aku enggak pernah ada pikiran negatif kalau kita bakal nemuin apes di tempat itu,” ujar ANW.
Sesampainya di dalam ruangan, ANW mengaku sempat bersulang dan menari bersama rombongan tersebut.
Situasi kemudian berubah ketika ANW keluar ruangan untuk mengambil ponsel yang tertinggal di sofa. Saat kembali, DYP ternyata sedang pergi ke toilet.
Dalam keterangannya, ANW mengatakan Betrand kemudian menghampirinya dan mengajaknya mengecek keberadaan DYP karena dianggap cukup lama berada di toilet.
Namun, menurut versi ANW, kejadian di sekitar toilet tersebut kemudian berkembang menjadi dugaan pelecehan yang dilaporkannya kepada polisi.
Polisi Masih Dalami Laporan
Polda Metro Jaya menegaskan proses hukum masih berjalan. Sebelum meminta keterangan dari pihak yang dilaporkan, penyidik terlebih dahulu mengumpulkan informasi dari pelapor dan saksi serta melakukan langkah penyelidikan lainnya, termasuk pemeriksaan medis atau visum bila diperlukan.
Kasubdit Penmas Polda Metro Jaya AKBP Onkoseno mengatakan pihak-pihak terkait akan dipanggil untuk memberikan keterangan.
“Tim penyidik akan mengagendakan juga untuk mengambil keterangan dari para pihak yang terkait,” kata Onkoseno.
Polisi juga belum membeberkan secara lengkap kronologi versi penyidik karena kasus tersebut masih didalami.
Dengan demikian, laporan yang masuk belum bisa disamakan dengan kesimpulan bahwa tindak pidana tersebut telah terbukti. Status perkara masih berada dalam proses penyelidikan.
Betrand Peto Membantah Tuduhan
Di sisi lain, Betrand Peto memberikan bantahan terhadap tudingan yang diarahkan kepadanya. Didampingi kuasa hukum, penyanyi yang akrab disapa Onyo tersebut menyatakan dirinya tidak melakukan tindakan seksual seperti yang dituduhkan.
“aku tidak melakukan itu sama sekali. Aku pun enggak kenal sama mereka,” ujar Betrand.
Betrand menjelaskan bahwa dirinya berada di klub tersebut setelah selesai menjalani aktivitas syuting. Ia mengaku datang bersama teman-temannya untuk bernyanyi dan bersantai.
“Jadi aku datang ke situ karena pengin karaokean sama teman-teman, nyanyi-nyanyi,” katanya.
Menurut pihak Betrand, dua perempuan yang kemudian terlibat dalam persoalan tersebut bukan bagian dari rombongan mereka. Kuasa hukum Betrand, Koko Joseph, menyebut keduanya tiba-tiba masuk ke ruangan karaoke.
“Sampai detik ini kita enggak tahu mereka siapa,” kata Koko.
Betrand juga membantah berada dalam pengaruh alkohol saat berada di lokasi. Ia mengatakan dirinya lebih banyak fokus berbincang dan makan bersama teman-temannya sehingga tidak terlalu memperhatikan kedua perempuan tersebut.
Keributan Disebut Terjadi di Dalam Ruangan
Versi Betrand juga menyebut dirinya baru memperhatikan salah satu perempuan setelah melihat perempuan tersebut menangis.
Betrand mengaku sempat menanyakan alasan perempuan itu menangis, tetapi tidak mendapatkan penjelasan. Situasi kemudian disebut memanas setelah teman perempuan tersebut datang dan mempertanyakan kejadian yang berlangsung.
Menurut Betrand, terjadi perselisihan hingga perkelahian di dalam ruangan. Ia mengaku berusaha meminta agar keributan dihentikan.
“Aku bilang, enggak usah berantem,” ujarnya.
Keributan tersebut akhirnya dipisahkan oleh petugas yang berada di lokasi. Setelah itu, Betrand mengatakan dirinya kembali duduk di sofa.
Terkait tudingan pelecehan seksual, Betrand memberikan bantahan tegas.
“Enggak ada (pelecehan),” tegasnya.
Betrand Peto Siap Ikuti Proses Hukum
Walaupun membantah seluruh tuduhan, Betrand menyatakan akan mengikuti proses hukum yang sedang berjalan. Ia mengatakan tidak ingin menambahkan cerita di luar apa yang menurutnya benar-benar terjadi.
“Aku di sini dan aku enggak akan tambah-tambahin kata-kata,” kata Betrand.
Sampai Rabu (16/9/2026), polisi masih melakukan penyelidikan terhadap laporan tersebut. Pelapor sudah dimintai keterangan, sementara pemeriksaan terhadap Betrand Peto masih akan dijadwalkan oleh penyidik.
Artinya, publik masih perlu menunggu hasil penyelidikan kepolisian sebelum menarik kesimpulan mengenai perkara ini. Keterangan ANW dan bantahan dari Betrand menjadi dua versi yang kini tengah didalami aparat. Polisi nantinya akan mencocokkan keterangan para pihak dengan keterangan saksi, bukti, serta hasil pemeriksaan lainnya untuk menentukan perkembangan kasus tersebut.








