Renungan Harian Bacaan Injil Katolik Hari Selasa, 6 Oktober 2026

bacaan, ekaristi, Harian, homili, injil, Katolik, misa, Perayaan, renungan
Rate this post

Sabda Tuhan senantiasa menjadi terang yang menuntun langkah hidup orang beriman. Melalui Bacaan Injil dan renungan harian, kita diajak untuk semakin mengenal Kristus, memperteguh iman, serta menemukan kekuatan dalam menjalani setiap peristiwa kehidupan.

Merenungkan Sabda Allah bukan sekadar kebiasaan rohani, melainkan perjumpaan pribadi dengan Tuhan yang mengubah hati dan menuntun kita untuk hidup dalam kasih, pengharapan, dan kebenaran.

Read More

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita memasuki Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian untuk Selasa, 6 Oktober 2026. Dalam Kalender Liturgi Gereja Katolik, hari ini merupakan Perayaan fakultatif Santo Bruno, dengan warna liturgi Hijau.

Marilah kita mempersiapkan hati dan membuka diri terhadap Sabda Tuhan. Semoga setiap ayat yang kita dengarkan dan setiap renungan yang kita baca menjadi benih yang bertumbuh serta menghasilkan buah dalam menjalani kehidupan kita.

Bacaan Pertama: Gal 1:13-24

“Allah berkenan menyatakan Anak-Nya dalam diriku agar aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa.”

Saudara-saudara, kalian tentu telah mendengar tentang hidupku dalam agama Yahudi dulu. Tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya. Dalam agama Yahudi itu aku jauh lebih maju dari banyak teman sebaya di antara bangsaku, karena aku sangat rajin memelihara adat-istiadat nenek moyangku.

Tetapi Allah telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh karena kasih karunia-Nya. Ia berkenan menyatakan Anak-Nya dalam diriku, agar aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa lain. Pada waktu itu sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia.

Aku juga tidak pergi ke Yerusalem untuk mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku. Tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik. Baru tiga tahun kemudian aku pergi ke Yerusalem untuk menemui Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya.

Tetapi rasul-rasul yang lain tak seorang pun yang kulihat, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus. Di hadapan Allah kutegaskan: Apa yang kutulis kepadamu ini benar, aku tidak berdusta. Kemudian aku pergi ke daerah-daerah Siria dan Kilikia.

Tetapi aku tidak dikenal oleh jemaat-jemaat Kristus di Yudea. Mereka hanya mendengar, bahwa orang yang dahulu menganiaya mereka sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya. Dan mereka memuliakan Allah karena aku.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm 139:1-3.13-14ab.14c-15

Refren : Aku wartakan karya agung-Mu, Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan.

Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku. Engkau mengetahui apakah aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku kalau aku berjalan atau berbaring segala jalanku Kau maklumi.

Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, Engkaulah yang menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena misteri kejadianku; ajaiblah apa yang Kaubuat.

Jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah.

Bait Pengantar Injil: Luk 11:28

Refren : Alleluya, Alleluya, Alleluya

Berbahagialah yang mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya.

Bacaan Injil: Lukas 10:38-42

“Marta menerima Yesus di rumahnya. Maria telah memilih bagian yang terbaik.”

Dalam perjalanan ke Yerusalem Yesus dan murid-murid-Nya tiba di sebuah kampung. Seorang wanita bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Wanita itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria itu duduk di dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan sabda-Nya.

Tetapi Marta sangat sibuk melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata, “Tuhan, tidakkah Tuhan peduli, bahwa saudariku membiarkan daku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.”

Tetapi Yesus menjawabnya, “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, padahal hanya satu saja yang perlu. Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Selasa, 6 Oktober 2026

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Injil hari ini membawa kita masuk ke rumah Marta dan Maria. Di sana kita melihat dua orang yang sama-sama mengasihi Yesus, tetapi menunjukkan kasih dengan cara yang berbeda. Marta sibuk melayani, sementara Maria duduk dekat kaki Tuhan dan mendengarkan sabda-Nya. Ketika Marta merasa bekerja seorang diri, Yesus tidak mencela pelayanan Marta. Yesus justru menyentuh sesuatu yang lebih dalam: hati Marta sedang dipenuhi kekhawatiran.

“Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, padahal hanya satu saja yang perlu.”

Sabda ini sangat dekat dengan kehidupan kita. Banyak orang zaman sekarang hidup seperti Marta. Kita sibuk mengejar pekerjaan, mengurus keluarga, memikirkan kebutuhan ekonomi, pendidikan anak, kesehatan, masa depan, bahkan memikirkan penilaian orang lain. Tubuh berada di satu tempat, tetapi pikiran berlari ke mana-mana. Kita melakukan banyak hal, tetapi hati kehilangan ketenangan.

Persoalannya bukan karena bekerja itu salah. Melayani keluarga, mencari nafkah, menyelesaikan tanggung jawab dan membantu sesama adalah hal yang baik. Namun, ada saat ketika kesibukan membuat kita lupa untuk bertanya: untuk siapa sebenarnya semua ini kita lakukan?

Maria memilih duduk di dekat Yesus. Ia memberi ruang bagi Tuhan untuk berbicara. Inilah yang sering hilang dalam hidup kita: keheningan untuk mendengarkan. Kita begitu sibuk berbicara kepada Tuhan tentang masalah kita, sampai lupa memberikan kesempatan kepada Tuhan untuk menyentuh hati kita.

Bacaan pertama memperlihatkan perubahan besar dalam diri Paulus. Dahulu ia menganiaya jemaat, tetapi setelah mengalami kasih karunia Kristus, hidupnya berubah menjadi kesaksian. Ini mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak melihat manusia hanya berdasarkan masa lalunya. Allah sanggup mengubah hati yang keras, memperbaiki kesalahan, dan memberikan arah baru.

Karena itu, saudara-saudari, jangan sampai kesibukan membuat kita kehilangan Tuhan, dan jangan pula masa lalu membuat kita kehilangan harapan. Belajarlah berhenti sejenak, mendengarkan Sabda-Nya, lalu kembali menjalankan tanggung jawab dengan hati yang lebih tenang. Sebab ketika Kristus menjadi pusat hidup, pekerjaan tidak lagi sekadar beban, melainkan dapat menjadi bentuk kasih dan pelayanan.

Kiranya kita memiliki hati seperti Maria yang mampu mendengarkan, dan keberanian seperti Paulus untuk berubah. Di situlah Sabda Tuhan benar-benar menjadi kekuatan yang membarui hidup kita.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, ajarilah kami membedakan kesibukan dan panggilan. Berikan hati yang tenang untuk mendengarkan kehendak-Mu, keberanian memperbaiki kesalahan, serta ketekunan menjalankan tanggung jawab dengan kasih. Jangan biarkan kekhawatiran menguasai hati kami. Semoga pekerjaan, keluarga, keputusan, dan pelayanan kami selalu menjadi jalan untuk menghadirkan kebaikan-Mu. Amin.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *