Di Tengah Ketegangan dengan AS, Paus Leo XIV Tegas Menentang Narasi “Just War” dalam Konflik Iran

Amerika, Iran, Leo, Paus, perang, Perang yang Adil, Presiden, XIV
Rate this post

Di tengah penerbangannya menuju Spanyol, Paus Leo XIV menghadapi sesi tanya jawab yang cukup ramai bersama para jurnalis. Berbagai topik dilemparkan, mulai dari konflik internasional yang sedang memanas hingga pertanyaan santai soal tim favoritnya di ajang Piala Dunia.

Suasana awalnya terbilang ringan. Paus terlihat santai ketika membahas sepak bola. Namun situasi berubah ketika pembicaraan mengarah ke konflik Iran dan perbedaan pandangannya dengan pemerintah Amerika Serikat.

Read More

Sorotan utama muncul saat Paus diminta menanggapi pernyataan Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, yang mengutip ajaran Santo Agustinus untuk menggambarkan konflik Iran sebagai sebuah “perang yang adil” atau just war. Pernyataan itu langsung mendapat perhatian karena Paus Leo XIV sendiri berasal dari Ordo Agustinian, kelompok religius yang mengikuti tradisi dan pemikiran Santo Agustinus.

Meski memiliki kedekatan spiritual dengan pemikiran Agustinus, Paus justru menolak penggunaan teori tersebut untuk membenarkan peperangan modern.

“Saya rasa hal ini sudah dinyatakan dengan sangat jelas: tidak ada perang yang adil di sana,” tegas Paus di sela kunjungannya ke Spanyol. “Masalahnya adalah teori tentang perang yang adil itu berasal dari abad-abad lampau. Teori itu bahkan belum mempertimbangkan jenis senjata dan kapasitas kehancuran yang dimiliki manusia saat ini.”

Pernyataan tersebut menunjukkan kekhawatiran Paus terhadap realitas perang modern yang jauh berbeda dibandingkan masa ketika konsep just war pertama kali dirumuskan. Dengan perkembangan teknologi militer, rudal jarak jauh, drone tempur, hingga potensi senjata pemusnah massal, menurutnya pendekatan lama tidak bisa lagi diterapkan begitu saja untuk membenarkan konflik bersenjata saat ini.

Hubungan dengan Trump Makin Memanas

Komentar Paus muncul di tengah hubungan yang semakin tegang dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Dalam beberapa bulan terakhir, Trump disebut semakin menunjukkan ketidaksukaannya terhadap Paus Leo XIV. Sejak terpilih menjadi paus pertama asal Amerika Serikat pada 2025, Leo XIV memang dikenal lebih tenang dan tidak terlalu vokal dibanding pendahulunya, Paus Fransiskus.

Namun belakangan, Paus mulai lebih terbuka mengkritik sejumlah langkah militer pemerintahan Trump. Sikap tersebut memicu respons keras dari sang presiden melalui media sosial.

Situasi bahkan berkembang hingga melibatkan Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni. Sekutu dekat Trump itu ikut membela Paus dan menilai serangan verbal terhadap pemimpin Gereja Katolik tersebut tidak dapat diterima. Akibatnya, Meloni juga ikut menjadi sasaran kemarahan Trump.

Meski demikian, Leo XIV tampaknya memilih jalur diplomasi. Ia tetap menyampaikan pandangannya secara tegas, tetapi menghindari perang komentar yang berkepanjangan dengan Gedung Putih.

Ditanya Soal Piala Dunia, Jawabannya Diplomatis

Di tengah pembahasan serius soal geopolitik, para wartawan juga melempar pertanyaan yang lebih ringan: tim mana yang akan didukung Paus pada Piala Dunia musim panas ini?

Jawabannya cukup diplomatis.

“Saya tentu saja akan mendukung AS, meskipun saya tidak yakin berapa banyak pertandingan yang bisa saya tonton,” jawabnya.

Paus juga mengungkapkan kedekatannya dengan Peru, negara tempat ia pernah menjalani masa pelayanan sebagai misionaris. Selain itu, ia menyebut Italia sebagai rumah Vatikan yang juga memiliki tempat khusus di hatinya.

Sayangnya, Peru dan Italia gagal lolos ke putaran final turnamen. Karena itu, Leo mengatakan dirinya akan memberi perhatian kepada negara-negara yang lebih kecil yang ikut berkompetisi.

Piala Dunia tahun ini memang memiliki nuansa yang berbeda. Selain menjadi pesta olahraga terbesar dunia, turnamen tersebut juga berlangsung di tengah berbagai ketegangan politik internasional.

Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada menjadi tuan rumah bersama selama 39 hari penyelenggaraan di 16 kota. Menariknya, ketiga negara tersebut saat ini juga sedang menghadapi sejumlah perbedaan pandangan dalam isu perdagangan, migrasi, hingga pemberantasan narkoba.

Humor Paus Saat Disandingkan dengan Bad Bunny

Selama kunjungannya ke Spanyol, Paus Leo XIV dijadwalkan mengunjungi Madrid, Barcelona, dan Kepulauan Canary.

Pada waktu yang hampir bersamaan, superstar musik Puerto Rico, Bad Bunny, juga sedang menggelar rangkaian konser yang menyedot perhatian besar publik Spanyol.

Alih-alih merasa tersaingi, Paus justru menanggapinya dengan candaan yang mengundang senyum.

“Jika orang dihadapkan pada pertanyaan, ‘Apakah Anda ingin menonton Bad Bunny atau ingin bertemu paus?’ saya rasa banyak yang akan memilih Bad Bunny,” katanya. “Tetapi saya pikir masih akan ada beberapa orang yang datang menemui paus. Dan itu sudah membuktikan sesuatu, bukan?”

Komentar tersebut memperlihatkan sisi santai dan humoris Paus Leo XIV yang jarang terekspos dalam isu-isu politik internasional.

Soal El Clasico? Paus Netral, Tapi Prevost Punya Pilihan

Menjelang akhir sesi wawancara, pertanyaan yang tak kalah menarik akhirnya muncul: lebih mendukung Real Madrid atau FC Barcelona?

Awalnya Paus mencoba tetap netral.

“Itu sudah jelas, tetapi kalau saya mengatakannya…” ujarnya.

Namun beberapa detik kemudian, identitas pribadinya sebagai Robert Francis Prevost muncul ke permukaan.

“Paus mendukung semua tim, tetapi Prevost mendukung Real Madrid!”

Jawaban itu langsung menjadi salah satu momen paling menarik dalam perjalanan tersebut. Meski kini memimpin lebih dari satu miliar umat Katolik di dunia dan harus bersikap netral, ternyata sosok Robert Prevost masih menyimpan kecintaannya pada Real Madrid.

Di balik candaan soal sepak bola, kunjungan Paus ke Spanyol kali ini tetap membawa pesan serius: dunia membutuhkan upaya perdamaian yang lebih besar, terutama ketika konflik bersenjata terus berkembang dengan teknologi yang semakin mematikan. Bagi Paus Leo XIV, tidak ada pembenaran mudah untuk perang di era modern seperti sekarang.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *