Strategi Baru DJP Perluasan Basis Pajak Termasuk PPN Tol 2028 dan Pajak Karbon 2026

2026, 2028, alan, biaya, jalan, Karbon, Kendaraan, pajak, PPN, Tol
Rate this post

Ada update penting nih dari dunia perpajakan yang wajib kamu tahu. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) lagi nyusun strategi besar buat beberapa tahun ke depan, dan dampaknya bakal kerasa ke banyak sektor—termasuk jalan tol dan lingkungan.

Jadi gini, bos pajak alias Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, udah ngerilis Rencana Strategis (Renstra) DJP 2025–2029 sejak 19 Desember 2025 lewat Keputusan Dirjen Pajak Nomor KEP-252/PJ/2025. Nah, dari situ muncul beberapa rencana kebijakan pajak baru yang cukup “nendang”.

Read More

🚧 Tol Bakal Kena PPN? Yup, Tapi 2028

Salah satu yang paling jadi sorotan: jasa jalan tol rencananya bakal kena Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Tapi santai dulu, ini baru bakal diterapkan di tahun 2028.

Seperti yang tertulis dalam dokumen resmi:

“Mekanisme pemungutan PPN atas penyerahan jasa jalan tol, rencana diselesaikan pada tahun 2028,”

Artinya, pemerintah lagi nyiapin aturan mainnya dulu biar semuanya jelas secara hukum sebelum benar-benar diterapkan.

🌍 Pajak Karbon Mulai Jalan 2026

Selain itu, pajak karbon juga masuk radar dan ditargetkan mulai berlaku di 2026. Ini langkah serius pemerintah buat ngurangin dampak perubahan iklim sekaligus dorong industri lebih ramah lingkungan.

📱 Pajak Digital Udah Beres Duluan

Kalau buat transaksi digital luar negeri? Tenang, itu sebenarnya udah diberesin sejak 2025. Jadi sekarang tinggal penyempurnaan mekanismenya aja biar makin rapi dan adil.

🔍 Kenapa Semua Ini Dilakuin?

Semua kebijakan ini masuk dalam rancangan Peraturan Menteri Keuangan (RPMK) yang fokus ke perluasan basis pajak biar lebih adil.

Tujuannya antara lain:

  • Kasih dasar hukum buat pajak tol, pajak karbon, dan pajak digital
  • Biar sistem pajak makin transparan & merata
  • Ningkatin penerimaan negara tanpa asal “nambah beban”

💰 Gak Cuma Itu, Negara Juga Mau Kejar Setoran Pajak

Ada juga RPMK lain yang fokus ke peningkatan penerimaan pajak. Ini penting banget karena negara butuh pemasukan stabil.

Caranya?

  • Perkuat penagihan pajak
  • Tingkatkan kualitas laporan pelanggaran pajak
  • Maksimalkan sistem pelaporan seperti Tax Crime Whistleblowing System

👥 Wajib Pajak Juga Bakal Lebih Diawasi

Terakhir, DJP juga lagi ngebut nyusun aturan buat ningkatin kepatuhan wajib pajak.

Fokusnya:

  • Nambah jumlah tax intermediaries (perantara pajak resmi)
  • Perketat pengawasan wajib pajak
  • Pantau transaksi digital (PMSE) lebih detail
  • Optimalisasi penerbitan Surat Tagihan Pajak (STP)

Dan semua aturan ini ditargetkan kelar di 2026.

Pemerintah lagi serius banget ngerapihin sistem pajak Indonesia—biar lebih adil, transparan, dan tentunya nambah pemasukan negara. Tapi di sisi lain, masyarakat juga perlu siap-siap karena beberapa layanan yang biasa dipakai bisa kena pajak ke depannya.

Kalau kamu pengguna tol aktif atau peduli isu lingkungan, ini termasuk yang wajib kamu pantau ke depan 👀

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *