Sosok Arthada Pesta Ultah Arthada Rp700 Juta, Tapi Mengeluh soal Venue, Dokumentasi hingga Musik

Arthada, Ekspektasi, Instagram, Kronologi, Pesta, Profil, Rp700 Juta, TikTok, Ultah
Rate this post

Nama Arthada belakangan ramai banget dibicarakan di media sosial. Bukan karena konten biasa, kali ini influencer muda tersebut jadi sorotan setelah mengungkap rasa kecewa terhadap pesta ulang tahunnya yang disebut menelan bujet sekitar Rp700 juta.

Nominalnya memang bikin netizen auto penasaran. Bayangin, pesta dengan anggaran fantastis ternyata masih bisa menyisakan sejumlah hal yang bikin sang pemilik acara merasa kurang puas. Cerita Arthada pun langsung memancing berbagai reaksi dan membuat publik kepo: sebenarnya siapa Arthada dan apa yang terjadi di balik pesta tersebut?

Read More

Siapa Arthada?

Arthada dikenal sebagai kreator konten sekaligus influencer yang aktif di Instagram dan TikTok. Akun Instagram @arthadaaa disebut telah memiliki lebih dari 512 ribu pengikut, sedangkan akun TikTok dengan nama yang sama memiliki sekitar 2,2 juta pengikut.

Popularitas Arthada makin melejit setelah dirinya terlibat dalam ajang tinju selebritas UBL 4 di Bandung. Ia kemudian memperluas kiprahnya ke dunia akting melalui serial Sugar Baby.

Dalam serial tersebut, Arthada beradu akting dengan sejumlah nama seperti Davina Karamoy dan Adipati Dolken. Serial Sugar Baby sendiri merupakan produksi Screenplay Films dan tayang melalui Vidio.

Jadi, kalau selama ini cuma mengenal Arthada dari FYP TikTok atau Instagram, ternyata perjalanan kariernya nggak berhenti sebagai content creator aja.

Pesta Rp700 Juta Malah Bikin Kecewa

Yang bikin namanya makin ramai adalah cerita mengenai pesta ulang tahunnya.

Arthada mengungkap bahwa acara yang menghabiskan bujet sekitar Rp700 juta tersebut ternyata tidak berjalan sepenuhnya sesuai ekspektasi. Beberapa bagian acara disebut membuatnya kecewa, mulai dari venue, dokumentasi, sampai urusan musik.

Salah satu masalah yang disorot Arthada adalah kondisi venue. Ia merasa area yang seharusnya sudah dikosongkan masih dimasuki orang lain, padahal menurut keterangannya, area tersebut sudah dibayar untuk digunakan secara khusus.

Selain itu, Arthada juga menyoroti hasil foto dan video yang menurutnya tidak sesuai harapan. Playlist atau musik yang dimainkan dalam acara juga disebut tidak sesuai dengan permintaan awal.

Buat sebuah acara dengan persiapan besar dan biaya yang nggak sedikit, wajar kalau pemilik acara punya ekspektasi tinggi. Apalagi pesta ulang tahun biasanya sudah dipersiapkan jauh-jauh hari supaya semua detail berjalan sesuai konsep.

Arthada Akui Ada Miskomunikasi

Meski menyampaikan kekecewaan, Arthada juga tidak serta-merta menyalahkan satu pihak.

Ia menyebut ada kemungkinan miskomunikasi antara dirinya, tim, serta pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara. Karena itulah, Arthada mengatakan dirinya masih membutuhkan penjelasan mengenai pembagian pekerjaan dan tanggung jawab masing-masing pihak.

Intinya, Arthada ingin tahu secara jelas siapa yang bertanggung jawab terhadap bagian-bagian acara yang menurutnya bermasalah.

Ia juga menegaskan bahwa keluhannya bukan dimaksudkan untuk menjatuhkan atau menjelekkan pihak tertentu. Menurutnya, persoalan utama adalah mendapatkan kejelasan mengenai apa yang sebenarnya sudah dikerjakan dan menjadi tanggung jawab masing-masing vendor.

EO Berbunga Akhirnya Buka Suara

Di tengah ramainya pembahasan, Berbunga Event Organizer ikut memberikan klarifikasi melalui media sosial.

Nah, di sinilah muncul informasi penting yang bikin persoalannya jadi lebih jelas.

Berbunga menyampaikan bahwa mereka tidak menangani keseluruhan acara ulang tahun Arthada. Mereka hanya bertanggung jawab terhadap beberapa bagian tertentu, yakni dekorasi, birthday cake, activation seperti cabaret show, hit the pillow dan face painting, serta tim EO pada hari pelaksanaan acara.

Berbunga juga menjelaskan bahwa kerja sama tersebut terjadi melalui kolaborasi dengan rekan Arthada, yaitu Hanif dan Haryo.

Dengan kata lain, tidak semua persoalan yang muncul dalam pesta tersebut otomatis menjadi tanggung jawab Berbunga.

Fotografer, Videografer, dan DJ Bukan Vendor Berbunga

Bagian ini penting supaya publik nggak salah menangkap informasi.

Menurut klarifikasi Berbunga, DJ, fotografer, dan videografer bukan vendor yang berada di bawah Berbunga Event Organizer. Vendor-vendor tersebut disebut berasal dari pihak Hanif dan Haryo.

Artinya, ketika Arthada mengeluhkan hasil dokumentasi atau musik dalam acara, pihak yang bertanggung jawab atas bagian tersebut perlu dilihat berdasarkan siapa yang memang menangani layanan tersebut.

Klarifikasi ini sekaligus menunjukkan bahwa sebuah pesta besar bisa melibatkan banyak vendor sekaligus. Ada dekorasi, konsumsi, dokumentasi, hiburan, venue, cake, sampai tim yang mengatur jalannya acara pada hari H. Kalau pembagian tugasnya nggak benar-benar dipahami semua pihak, miskomunikasi memang bisa terjadi.

Kenapa Kasus Ini Jadi Viral?

Sederhana saja: angka Rp700 juta membuat publik langsung melirik.

Bujet sebesar itu membuat orang otomatis membayangkan sebuah pesta yang serba maksimal. Ketika kemudian pemilik acara sendiri mengatakan ada beberapa bagian yang tidak sesuai ekspektasi, wajar kalau ceritanya langsung menjadi bahan pembicaraan.

Namun, penting juga untuk nggak buru-buru menyimpulkan siapa yang salah hanya berdasarkan potongan video atau unggahan media sosial.

Dari perkembangan informasi yang ada, Arthada menyampaikan keluhannya karena ingin mendapatkan penjelasan, sementara Berbunga memberikan klarifikasi mengenai batas tanggung jawab mereka dalam acara tersebut. Jadi, persoalannya lebih kompleks daripada sekadar cerita “pesta mahal tapi gagal”.

Pelajaran dari Drama Pesta Rp700 Juta

Kalau ditarik lebih luas, kasus ini sebenarnya memberikan pelajaran menarik buat siapa pun yang mau mengadakan acara besar.

Semakin besar sebuah event, semakin penting juga memastikan kontrak, pembagian tanggung jawab, vendor, timeline, serta detail teknis sudah jelas sejak awal.

Jangan sampai semua orang merasa sudah paham tugasnya, tetapi ketika hari H muncul masalah, malah bingung menentukan siapa yang bertanggung jawab.

Apalagi kalau melibatkan banyak vendor. Dokumentasi bisa berbeda vendor dengan dekorasi. DJ bisa berbeda dengan EO. Venue juga bisa mempunyai aturan tersendiri. Semua detail tersebut idealnya sudah dibicarakan dan disepakati sejak awal.

Jadi, Arthada Sebenarnya Siapa?

Singkatnya, Arthada merupakan content creator dan influencer Indonesia yang aktif di TikTok dan Instagram. Namanya semakin dikenal setelah mengikuti UBL 4 dan kemudian tampil sebagai salah satu pemain dalam serial Sugar Baby.

Kini namanya kembali viral setelah mengungkap kekecewaan terhadap pesta ulang tahunnya yang disebut memiliki anggaran sekitar Rp700 juta.

Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa acara tersebut melibatkan sejumlah pihak dan vendor dengan tanggung jawab yang berbeda-beda. Berbunga EO sendiri telah memberikan klarifikasi bahwa mereka hanya menangani bagian tertentu dan bukan seluruh rangkaian acara.

Drama pesta ulang tahun Arthada ini akhirnya bukan cuma soal “Rp700 juta tapi nggak sesuai ekspektasi”. Di balik ramainya komentar netizen, ada persoalan komunikasi, pembagian tanggung jawab, dan koordinasi banyak pihak yang perlu dilihat secara utuh.

Untuk saat ini, publik sebaiknya nggak langsung menghakimi salah satu pihak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar. Yang paling penting adalah menunggu penjelasan lengkap dari pihak-pihak yang memang terlibat langsung.

Satu hal yang pasti, kasus Arthada menunjukkan bahwa acara dengan bujet besar belum tentu otomatis berjalan mulus. Justru semakin besar sebuah acara, semakin detail pula perencanaan dan koordinasi yang dibutuhkan supaya ekspektasi pemilik acara dan pekerjaan vendor benar-benar berada di jalur yang sama.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *