Pembelajaran Ramadhan 2026 di Jakarta Diperpendek hingga Pukul 14.00 WIB, Fokus Peran Keluarga dan Lingkungan

Dewi Amoris
Rate this post

Indonesia sudah masuk vibe Ramadhan 1447 Hijriah nih. Kabar penting buat para pelajar khususnya di Jakarta selama bulan puasa, jam sekolah di Ibu Kota bakal dipangkas. Jadi, nggak ada lagi cerita pulang sore-sore pas lagi nahan lapar dan haus.

Pemerintah Provinsi alias Pemprov Jakarta resmi ngatur ulang jam kegiatan belajar mengajar. Kebijakan ini berlaku buat seluruh sekolah di wilayah Jakarta selama Ramadhan tahun 2026.

Keputusan ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Jakarta, Nahdiana, di Balai Kota Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Beliau bilang,
“Kalau untuk bulan Ramadan itu kita menyelaraskan dengan SE bersama Kemendikbudristek, Kemendagri, dan Kemenag,”

Artinya, aturan ini bukan keputusan sepihak. Pemprov Jakarta mengikuti Surat Edaran (SE) bersama dari Kementerian Pendidikan, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Agama. Jadi, kebijakannya sinkron secara nasional.

Maksimal Belajar Sampai Jam 14.00 WIB

Dalam Surat Edaran tentang penyelenggaraan pembelajaran selama Bulan Suci Ramadan 1447 H/2026 M, jam belajar di sekolah dibatasi sampai paling telat pukul 14.00 WIB. Jadi kalau biasanya ada yang sampai jam 15.00 atau bahkan lebih, selama Ramadhan bakal dipersingkat.

Nahdiana juga menegaskan,
“Kita sudah mengeluarkan juga surat edaran bahwa jamnya menyesuaikan, jadi jamnya sampai terakhir itu paling lambat adalah jam 14.00,” ujarnya.

Dengan sistem ini, sekolah tetap jalan seperti biasa, tapi durasinya lebih fleksibel dan disesuaikan dengan kondisi siswa yang sedang berpuasa.

Bukan Cuma Soal Jam, Tapi Soal Kualitas Ramadhan

Ternyata, tujuan kebijakan ini nggak cuma biar siswa nggak kecapekan aja. Ada misi yang lebih dalam, yaitu memperkuat peran keluarga dan lingkungan dalam proses pendidikan selama Ramadhan.

Nahdiana menjelaskan,
“Jadi kenapa? Karena untuk memberikan ruang pembelajaran mandiri bersama keluarga, bersama masyarakat di tempat ibadah masing-masing,” ucapnya.

Jadi konsepnya, setelah pulang sekolah lebih awal, siswa punya waktu lebih buat:

  • Tadarus atau kegiatan keagamaan di masjid/musala
  • Ikut pesantren kilat
  • Belajar bareng keluarga
  • Kegiatan sosial di lingkungan sekitar

Intinya, Ramadhan nggak cuma jadi bulan nahan lapar, tapi juga momen upgrade karakter dan spiritual.

Dengan jam sekolah yang dibatasi sampai pukul 14.00 WIB, Pemprov Jakarta berharap ekosistem pendidikan selama Ramadhan tetap jalan, tapi dengan sentuhan yang lebih humanis dan religius. Sekolah tetap produktif, tapi siswa juga punya ruang untuk tumbuh secara spiritual dan sosial.

Buat para siswa Jakarta, siap-siap atur ulang jadwal ya. Puasa jalan, sekolah tetap gas, tapi pulangnya lebih santai ✨

Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *