Pasar kripto lagi nggak vibes banget, guys. Senin pagi (16/2/2026), mayoritas koin top kompak masuk zona merah. Si raja kripto, Bitcoin (BTC), keliatan lagi capek nanjak. Sementara Ethereum (ETH) sama Dogecoin (DOGE) malah kepleset lebih dalam.
Yuk kita bongkar satu-satu biar nggak cuma ikut panik doang. 👇
🟠 Bitcoin: Hampir 70K, Eh Balik Lagi…
Berdasarkan data dari CoinMarketCap, harga Bitcoin pagi ini nongkrong di US$68.758,74, turun 1,43% dalam 24 jam dan terkoreksi 2,30% sepekan terakhir.
Market cap-nya juga ikut melunak ke sekitar US$1,37 triliun (sekitar Rp23 ribuan triliun). Lumayan banget kan gesernya?
Padahal sehari sebelumnya, Minggu (15/2), BTC sempat bikin harapan palsu. Harga nyaris sentuh level psikologis US$70.000 setelah data inflasi AS keluar lebih adem. Investor sempat pede, risk appetite naik, tapi… belum sempat selebrasi, aksi ambil untung langsung bikin harga balik kanan.
Intinya? Sentimennya masih rapuh banget. Sedikit sentakan, langsung goyang.
🔵 Ethereum: Paling Tersakiti Hari Ini
Kalau BTC lagi letoy, Ethereum malah lebih drama. ETH ambles 5,61% dalam 24 jam ke posisi US$1.966,63. Secara mingguan juga turun 5,87%.
ETH memang dikenal lebih sensitif kalau market lagi mode risk-off. Begitu investor mulai takut-takut, ETH biasanya yang duluan kena getahnya.
🐶 Dogecoin: Turun Tajam Tapi Masih Lincah
Yang paling jeblok harian? Yup, Dogecoin. DOGE drop 7,64% ke level US$0,1025.
Tapi uniknya, kalau ditarik 7 hari ke belakang, DOGE masih naik 6,10%. Artinya? Volatilitasnya lagi tinggi banget. Bisa jeblok hari ini, besok bisa mental lagi. Khas koin meme, geraknya suka bikin jantung deg-degan.
🪙 Stablecoin Jadi Tempat Parkir Aman
Saat koin-koin lain goyang, para investor biasanya ngungsi ke stablecoin.
- Tether (USDT) stabil di US$0,9994
- USDC nangkring di US$1,00 (naik tipis 0,01%)
Fungsinya jelas: jadi “parkiran duit” sementara nunggu badai reda.
🌎 Kenapa Sih Pasar Lagi Sensitif Banget?
Ada beberapa faktor yang bikin kripto lagi nggak tenang:
1️⃣ Arah Suku Bunga AS Masih Abu-Abu
Pasar lagi nunggu data ekonomi berikutnya buat nebak arah suku bunga AS. Kalau ekspektasi suku bunga berubah, aset berisiko kayak kripto biasanya langsung kena imbas.
Begitu pasar mikir “wah bisa ketat lagi nih”, langsung pada tarik rem.
2️⃣ Isu Politik AS Ikut Bikin Was-Was
Bukan cuma soal inflasi. Ada juga faktor kebijakan dari Presiden AS, Donald Trump.
CEO Morgan Creek Capital, Mark Yusko, bilang jangan buru-buru nganggep Trump pro-kripto. Menurut dia, agenda utamanya tetap menjaga dominasi dolar AS.
Yusko bahkan memprediksi Bitcoin bisa turun ke kisaran US$58.000–63.000 sekitar September nanti kalau siklusnya berulang seperti sebelumnya.
3️⃣ Aturan Baru & Risiko Sentralisasi
Yusko juga menyoroti rancangan aturan seperti Clarity Act yang dianggap bisa mendorong kripto makin tersentralisasi dan mendekati model CBDC.
Di sisi lain, CEO Coinbase, Brian Armstrong, disebut cukup vokal menentang arah kebijakan yang dianggap terlalu mengontrol industri kripto.
4️⃣ Mainan Derivatif Bikin Harga Susah Terbang
Ada juga faktor teknikal. Beberapa institusi bisa beli ETF Bitcoin, tapi di saat yang sama buka posisi short di futures buat netralin risiko.
Hasilnya? Harga jadi ketahan.
Tapi hati-hati, kalau posisi short numpuk dan harga tiba-tiba naik, bisa terjadi short squeeze yang malah bikin harga melonjak cepat.
🎯 Jadi, Ini Awal Crypto Winter?
Belum tentu.
Yang jelas, pasar lagi sensitif banget sama:
- Data ekonomi AS
- Arah suku bunga
- Kebijakan politik
- Pergerakan pasar derivatif
Bitcoin gagal nembus 70K bikin mental market agak drop. Ethereum dan Dogecoin jadi korban volatilitas.
Buat investor, ini fase yang butuh kepala dingin. Karena di dunia kripto, hari ini merah bukan berarti besok nggak bisa hijau lagi.
Stay safe, jangan FOMO, dan jangan panik jual cuma karena timeline lagi rame. 🚀
