Bukti Potong Jadi Kunci Isi Nomor Identitas Pemberi Kerja di Coretax Agar Data Pajak Tidak Error

Ahmad Laupesy
Rate this post

Musim lapor SPT Tahunan udah resmi datang lagi, bestie. Tapi… SPT tahun 2026 ini vibes-nya beda banget 😵‍💫

Kenapa?
Karena ini tahun pertama full gas pakai sistem baru DJP yang namanya Core Tax Administration System alias Coretax.

Harusnya sih makin canggih, makin gampang.
Eh tapi realitanya… banyak yang malah kejebak di satu kolom doang 😭

Yup, kolom horor itu bernama:

👉 “Nomor Identitas Pemberi Kerja”

Kelihatannya sepele, tapi bikin banyak orang mikir keras:

  • Isi NPWP lama?
  • NPWP 16 digit?
  • Atau malah NITKU yang lagi rame dibahas?

Salah satu angka aja, bisa bikin data nggak kebaca sistem, guys. Jadi jangan asal isi, ya.

Kolom Ini Muncul di Bagian Mana, Sih?

Buat kamu yang karyawan / pegawai, kolom ini bakal nongol pas kamu jawab:

“Ya” di pertanyaan
“Apakah Anda menerima penghasilan dalam negeri dari pekerjaan?”

Abis itu, Coretax langsung buka lampiran penghasilan.
Nah di sinilah kamu diminta ngisi data pemberi kerja sesuai bukti potong pajak dari kantor.

Biasanya bentuknya:

  • Formulir 1721-A1 → karyawan swasta
  • Formulir 1721-A2 → ASN / PNS / TNI / Polri

📌 Clue penting: jangan nebak, jawabannya ADA di bukti potong.

Kenapa Nomor Identitas Pemberi Kerja Penting Banget?

Ini bukan kolom kaleng-kaleng, ya.
Di sistem Coretax yang serba nyambung, nomor ini punya peran krusial:

🔥 Buat ngecek siapa pemberi kerja kamu
🔥 Nyocokin data SPT kamu dengan laporan kantor ke DJP
🔥 Bikin nama perusahaan muncul otomatis (kalau bener)

Kalau salah?

  • Data penghasilan bisa nggak valid
  • Bukti potong nggak sinkron
  • Potensi dapet imbauan atau klarifikasi di kemudian hari 😬

Jadi please, jangan asal ketik.

NPWP 16 Digit vs NITKU — Jangan Ketuker!

Ini nih sumber drama terbesar di 2026 😅
Banyak yang ngira kolom ini harus diisi NITKU. Padahal… beda fungsi, guys.

🔹 NPWP 16 Digit

  • Identitas pajak utama
  • Isinya angka semua
  • Dipakai di Coretax sebagai standar

🔹 NITKU

  • Panjangnya 22 digit
  • Dipakai buat cabang atau lokasi usaha
  • Biasanya buat kebutuhan administrasi internal & transaksi cabang

💡 Intinya:
Kalau nggak ada instruksi khusus pakai NITKU, PAKAI NPWP INDUK 16 DIGIT.

Sumber Paling Aman? Bukti Potong, Bukan Feeling

Sebelum ngetik apa pun, ambil dulu bukti potong pajak dari kantor kamu.

Langkahnya gampang:

  1. Buka Form 1721-A1 / A2
  2. Lihat bagian atas
  3. Cari tulisan “NPWP Pemotong”
  4. Nah, angka itulah yang kamu pakai

Kalau di bukti potong masih pakai NPWP lama 15 digit, santai… masih bisa dipakai kok 😌

Jadi, Diisi Apa Dong? Nih Jawaban Finalnya

🎯 Kolom “Nomor Identitas Pemberi Kerja” WAJIB diisi dengan:

👉 NPWP Pemberi Kerja format 16 digit

Kalau NPWP kamu masih 15 digit?

Tenang, caranya simpel banget:

✅ Tambahin angka 0 (nol) di DEPAN

Contoh:

  • NPWP lama:
    12.345.678.9-001.000
  • Yang diketik di Coretax:
    0123456789001000

📌 Ingat:

  • Tanpa titik
  • Tanpa strip
  • Angka doang

Kalau nomornya valid, nama perusahaan bakal muncul otomatis di layar 👌

Kalau Pemberi Kerjanya Orang Pribadi?

Beda cerita.

Kalau kamu kerja sama pemberi kerja orang pribadi, identitasnya:
👉 NIK, karena sekarang NIK = NPWP untuk orang pribadi penduduk.

Masih Ragu atau Nama Perusahaan Nggak Muncul? Jangan sok jago 😅
Langsung:

  • Tanya HRD
  • Atau bagian keuangan/bendahara

Minta nomor identitas pajak paling update, biar SPT kamu aman, rapi, dan bebas drama.

Ngisi SPT di Coretax emang butuh ekstra teliti, tapi kalau tahu triknya, nggak seseram itu kok. Yang penting jangan males baca bukti potong dan jangan asal nebak.

Semoga abis baca ini, kamu nggak kejebak lagi di kolom Nomor Identitas Pemberi Kerja.

 

Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *