Purbaya Yakin Saham Indonesia Tetap Aman Meski MSCI Soroti Transparansi BEI

Anton Wisesa
Rate this post

Isu soal potensi downgrade saham Indonesia dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) lagi rame di kalangan investor. Tapi tenang dulu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kelihatan nggak panik sama sekali. Menurut dia, posisi pasar modal Indonesia masih aman dan terkendali.

Ngomong di sela acara Indonesia Economic Summit (IES) di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (3/2/2026), Purbaya bilang pemerintah bareng Bursa Efek Indonesia (BEI) lagi ngebut beresin PR yang dikasih MSCI, khususnya soal transparansi pasar.

“Tidak [khawatir], karena kami sedang berbenah. Kekhawatiran baru muncul jika kita mengabaikan peringatan MSCI hingga bulan Mei. Namun, saya rasa pemerintah dan seluruh regulator pasar telah mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memastikan semua permintaan MSCI terpenuhi sebelum tenggat waktu tersebut,” ujarnya dalam dialog berbahasa Inggris.

Intinya, selama semua catatan MSCI ditindaklanjuti sebelum Mei 2026, Purbaya yakin nggak ada cerita saham Indonesia diturunin kelasnya.

Investor Diminta Tetap Tenang

Purbaya juga ngasih sinyal positif buat investor, baik lokal maupun asing. Menurutnya, Indonesia masih jadi tempat investasi yang cakep dan punya potensi gede. Pemerintah, kata dia, bakal ngikutin praktik global terbaik biar pasar modal makin kredibel dan terpercaya.

Soal Transparansi & Saham Gorengan

Nah, soal yang paling disorot MSCI ternyata bukan hal baru: transparansi pemegang saham dan praktik manipulasi harga alias “saham gorengan”. Purbaya secara jujur mengakui, isu ini memang masih jadi pekerjaan rumah di BEI.

Sebagai Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), dia bilang sebenarnya permintaan MSCI ini udah lama disampaikan ke otoritas bursa, tapi progresnya belum maksimal.

“Namun, mereka [otoritas bursa] belum bertindak. Jadi, bagi saya, peringatan dari MSCI ini justru menjadi hal yang positif,” tegasnya.

Menurut Purbaya, peringatan ini malah bisa jadi alarm sehat supaya pasar modal Indonesia bersih-bersih dan naik level.

Kenapa MSCI Sampai Turun Tangan?

Buat yang belum terlalu ngikutin, MSCI itu lembaga global yang bikin indeks saham acuan investor dunia. Kalau posisi suatu negara di indeks MSCI berubah, aliran dana asing bisa ikut berubah juga.

Pada Rabu (28/1/2026), MSCI ngumumin kebijakan khusus buat Indonesia. Mereka membekukan sementara beberapa perubahan indeks, termasuk index review Februari 2026.

Ada tiga poin penting dari keputusan MSCI:

  1. Pembekuan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS)
  2. Tidak ada penambahan saham baru ke MSCI Investable Market Indexes (IMI)
  3. Tidak ada saham yang naik kelas indeks, misalnya dari Small Cap ke Standard

Langkah ini diambil buat:

  • Ngurangin risiko perubahan indeks yang terlalu sering
  • Jaga kelayakan investasi
  • Ngasih waktu ke otoritas pasar buat benahin keterbukaan data pemegang saham

Risiko Terburuk Kalau Nggak Beres

MSCI juga ngasih catatan tegas. Kalau sampai Mei 2026 nggak ada kemajuan berarti, status pasar Indonesia bakal ditinjau ulang. Dampaknya bisa serius:

  • Bobot saham Indonesia di MSCI Emerging Markets Index bisa turun
  • Bahkan ada kemungkinan Indonesia turun kasta dari Emerging Market ke Frontier Market

Purbaya tetap optimis dan santai menghadapi isu MSCI. Pemerintah dan BEI lagi gaspol ngerjain rekomendasi, terutama soal transparansi dan praktik pasar yang sehat. MSCI ngasih waktu sampai Mei 2026, dan hasil akhirnya bakal sangat tergantung seberapa serius pembenahan yang dilakukan sekarang.

 

Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *