Pasar Saham Bergejolak Pemerintah Dorong Investor Pilih Emiten Berfundamental Kuat

Anton Wisesa
Rate this post

Pasar saham lagi nggak baik-baik aja. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih lanjut turun, bikin sebagian investor deg-degan dan buru-buru ngejual sahamnya. Tapi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru minta semua pihak buat tarik napas dulu dan jangan panik berlebihan.

Menurut Purbaya, kondisi seperti ini bukan waktunya asal klik tombol jual. Kalau ngerasa was-was, ada opsi yang lebih aman ketimbang spekulasi liar: pindah ke saham-saham kelas berat alias blue chip.

“Yang besar-besar kan masih ada, yang saham-saham yang blue chip itu kan naiknya belum terlalu tinggi. Kalau ada yang takut, lari aja ke situ,” ujar Purbaya saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (28/1/2026).

Buat yang belum familiar, saham blue chip itu biasanya milik perusahaan gede, bisnisnya stabil, fundamentalnya kuat, dan banyak yang masuk indeks LQ45. Jadi meski pasar lagi gonjang-ganjing, saham tipe ini cenderung lebih tahan banting.

Sebaliknya, Purbaya justru mewanti-wanti investor buat menjauhi saham gorengan. Dalam situasi IHSG lagi lemah, saham jenis ini biasanya jadi korban pertama yang kejun bebas.

“Kalau yang jatuh bursa saham-saham gorengan,” kata dia.

Sebagai catatan, saham gorengan adalah saham dengan fundamental lemah yang harganya bisa naik turun ekstrem karena “dimainkan” pihak tertentu. Kelihatannya cuan cepat, tapi risikonya juga nggak main-main—terutama buat investor ritel.

Lebih jauh, Purbaya menyinggung bahwa penurunan IHSG belakangan ini juga berkaitan dengan masuknya saham-saham bermasalah ke dalam indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI). Hal ini bikin MSCI mulai pasang radar dan minta transparansi data pasar dari Indonesia.

“Ini kan MSCI masuk ke satu indeks yang disebut MSCI indeks. Saham itu bisa masuk apa enggak? Kalau bagus, bisa masuk. Tapi yang gorengannya terpaksa dimasukkan tapi MSCI curiga itu saham gorengan, mereka minta lebih transparan saja penghitungannya,” jelasnya.

Menurutnya, langkah MSCI ini bukan tanpa alasan. Indeks global seperti MSCI sangat sensitif terhadap kualitas data dan kredibilitas pasar. Kalau ada saham yang pergerakannya nggak wajar, ya wajar juga kalau mereka minta penjelasan lebih detail.

Purbaya pun mengingatkan bahwa isu saham gorengan sebenarnya bukan cerita baru. Ia mengaku sudah lama menggaungkan perlunya pembenahan pasar modal agar lebih sehat dan dipercaya investor global.

“Kan saya udah ingatkan dari dulu, bersihkan bursa dari saham gorengan,” tukasnya.

Intinya, di tengah IHSG yang lagi goyah, pesan pemerintah cukup jelas: jangan panik, jangan spekulatif, dan jangan tergoda saham yang kelihatannya cuan cepat tapi rawan jebakan. Kalau ragu, main aman dulu—pasar saham itu maraton, bukan sprint.

 

 

Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *