Bacaan Injil Katolik Hari Ini Kamis, 1 Oktober 2026 Lengkap Renungan Harian Injil, Pesta Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus

bacaan, ekaristi, Harian, homili, injil, Katolik, misa, Perayaan, renungan
Rate this post

Sabda Tuhan senantiasa menjadi terang yang menuntun langkah hidup orang beriman. Melalui Bacaan Injil dan renungan harian, kita diajak untuk semakin mengenal Kristus, memperteguh iman, serta menemukan kekuatan dalam menjalani setiap peristiwa kehidupan.

Merenungkan Sabda Allah bukan sekadar kebiasaan rohani, melainkan perjumpaan pribadi dengan Tuhan yang mengubah hati dan menuntun kita untuk hidup dalam kasih, pengharapan, dan kebenaran.

Read More

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita memasuki Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian untuk Kamis, 1 Oktober 2026. Dalam Kalender Liturgi Gereja Katolik, hari ini merupakan Pesta Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus, dengan warna liturgi Putih.

Marilah kita mempersiapkan hati dan membuka diri terhadap Sabda Tuhan. Semoga setiap ayat yang kita dengarkan dan setiap renungan yang kita baca menjadi benih yang bertumbuh serta menghasilkan buah dalam menjalani kehidupan kita.

Bacaan Pertama: Yes 66:10-14b

Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai.

Bersukacitalah bersama-sama Yerusalem, dan bersorak-soraklah karenanya, hai semua orang yang mencintainya! Bergiranglah bersama-sama dia segirang-girangnya, hai semua orang yang pernah berkabung karenanya!

Hendaknya kamu minum susu yang menyegarkan dan menjadi kenyang,  hendaknya kamu menghirup dan menikmati susu yang bernas. Sebab beginilah firman Tuhan: Sungguh, Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai, dan kekayaan bangsa-bangsa seperti batang air yang membanjir. Kamu akan menyusu, akan digendong, dan akan dibelai-belai di pangkuan.

Seperti seseorang yang dihibur ibunya, demikianlah kamu akan Kuhibur; kamu akan dihibur di Yerusalem. Apabila kamu melihatnya, hatimu akan girang, dan kamu akan seperti rumput muda yang tumbuh dengan lebat.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm 131:1.2.3

Jagalah aku dalam damai-Mu, ya Tuhan.

Tuhan, aku tidak tinggi hati,dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.

Sungguh, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.

Berharaplah kepada Tuhan, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil: Mat 11:25

Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi,sebab misteri Kerajaan-Mu Kaunyatakan kepada orang kecil.

Bacaan Injil: Matius 18:1-5

Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.

Sekali peristiwa datanglah murid-murid kepada Yesus dan bertanya, “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?”

Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, lalu berkata, “Aku berkata kepadamu: Sungguh, jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.

Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku,ia menyambut Aku.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Kamis, 1 Oktober 2026

Saudara-saudari terkasih, hari ini Gereja mengajak kita merayakan Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus. Sabda Tuhan berbicara tentang sesuatu yang sering sulit dilakukan manusia: menjadi kecil di hadapan Allah.

Dalam Injil, para murid bertanya kepada Yesus tentang siapa yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Pertanyaan itu sebenarnya sangat manusiawi. Kita pun sering bertanya dalam bentuk yang berbeda: siapa yang paling berhasil, paling dihargai, paling berpengaruh, paling dikenal, atau paling memiliki sesuatu? Dunia sering mengajarkan bahwa menjadi besar berarti berada di atas orang lain. Namun Yesus justru membalik cara pandang tersebut. Ia menghadirkan seorang anak kecil dan berkata bahwa kita harus bertobat serta menjadi seperti anak kecil.

Menjadi seperti anak kecil bukan berarti menjadi kekanak-kanakan atau tidak mampu bertanggung jawab. Anak kecil memiliki hati yang sederhana. Ia tahu bahwa dirinya membutuhkan orang lain. Ia percaya, mau menerima kasih, tidak merasa harus menguasai segala sesuatu, dan berani datang kepada orang yang dipercayainya.

Di sinilah Sabda Tuhan menyentuh kehidupan kita. Kadang-kadang kita terlalu sibuk membuktikan bahwa kita kuat. Kita sulit mengakui bahwa kita membutuhkan pertolongan. Kita gengsi meminta maaf, sulit menerima nasihat, dan ingin semuanya berjalan menurut kehendak sendiri. Bahkan dalam hubungan dengan Tuhan, kita terkadang lebih banyak menuntut jawaban daripada belajar mempercayakan hidup kepada-Nya.

Bacaan dari Nabi Yesaya memberikan gambaran Allah seperti seorang ibu yang menghibur anaknya. Ini adalah gambaran kasih Allah yang sangat dekat. Tuhan tidak hanya hadir sebagai Pribadi yang berkuasa, tetapi sebagai Bapa yang menguatkan manusia ketika hatinya lelah dan terluka.

Santa Theresia mengajarkan jalan kecil: melakukan perkara sederhana dengan kasih yang besar. Kita tidak harus melakukan sesuatu yang luar biasa agar hidup kita berarti di hadapan Tuhan. Menolong dengan tulus, berbicara dengan lembut, memaafkan, menjalankan tanggung jawab dengan setia, dan tetap berbuat baik ketika tidak dipuji, semuanya dapat menjadi jalan menuju kekudusan.

Saudara-saudari, mungkin dunia tidak selalu melihat kebaikan kecil yang kita lakukan. Namun Tuhan melihat hati yang melakukannya. Karena itu, jangan takut menjadi kecil. Justru ketika kita rendah hati, sederhana, dan bersedia mempercayakan diri kepada Allah, kita sedang menemukan jalan menuju kebesaran yang sesungguhnya di hadapan-Nya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, ajarlah kami memiliki hati yang sederhana seperti anak kecil, rendah hati menerima kasih-Mu dan percaya pada penyertaan-Mu. Bantulah kami melakukan kebaikan dengan tulus, tanpa mencari pujian. Semoga melalui perkara-perkara sederhana, kami mampu menghadirkan kasih, penghiburan, dan damai-Mu bagi orang-orang yang kami jumpai. Amin.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *