Bacaan Injil Katolik Hari Ini Rabu, 30 September 2026 Lengkap Renungan Harian Injil, Perayaan Wajib Santo Hieronimus

bacaan, ekaristi, Harian, homili, injil, Katolik, misa, Perayaan, renungan
Rate this post

Sabda Tuhan senantiasa menjadi terang yang menuntun langkah hidup orang beriman. Melalui Bacaan Injil dan renungan harian, kita diajak untuk semakin mengenal Kristus, memperteguh iman, serta menemukan kekuatan dalam menjalani setiap peristiwa kehidupan.

Merenungkan Sabda Allah bukan sekadar kebiasaan rohani, melainkan perjumpaan pribadi dengan Tuhan yang mengubah hati dan menuntun kita untuk hidup dalam kasih, pengharapan, dan kebenaran.

Read More

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita memasuki Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian untuk Rabu, 30 September 2026. Dalam Kalender Liturgi Gereja Katolik, hari ini merupakan Perayaan Wajib Santo Hieronimus, Pujangga Gereja, dengan warna liturgi Putih.

Marilah kita mempersiapkan hati dan membuka diri terhadap Sabda Tuhan. Semoga setiap ayat yang kita dengarkan dan setiap renungan yang kita baca menjadi benih yang bertumbuh serta menghasilkan buah dalam menjalani kehidupan kita.

Bacaan Pertama: Ayb 9:1-12.14-16

Masakan manusia benar di hadapan Allah?

Ayub berkata kepada Bildad sahabatnya, “Sungguh, aku tahu, bahwa beginilah adanya: masakan manusia benar di hadapan Allah? Jika ia ingin beperkara dengan Allah satu dari seribu kali ia tidak dapat membantah-Nya. Allah itu bijak dan kuat, siapakah dapat berkeras melawan Dia dan tetap selamat?

Dialah yang memindahkan gunung-gunung tanpa diketahui orang, yang menjungkir-balikkan dalam murka-Nya. Ia menggeserkan bumi dari tempatnya, sehingga tiangnya bergoyang-goyang. Ia memberi perintah kepada matahari, sehingga tidak terbit, dan mengurung bintang-bintang dengan meterai.

Seorang diri Ia membentangkan langit, dan melangkah di atas gelombang-gelombang laut. Ia menjadikan bintang Biduk, bintang Belantik, bintang Kartika, dan gugusan-gugusan bintang Ruang Selatan. Dialah yang melakukan perbuatan-perbuatan tegar yang terduga, dan keajaiban-keajaiban yang tidak terbilang banyak.

Apabila Ia melewati aku, aku tidak melihat-Nya,dan bila Ia lalu, aku tidak tahu. Apabila Ia merampas, siapa akan menghalangi-Nya? Siapa akan menegur-Nya, ‘Apa yang Kaulakukan?’ Bagaimana mungkin aku dapat membantah Dia, dan memilih kata-kata di hadapan Dia?

Walaupun benar, aku tidak mungkin membantah Dia, malah aku harus memohon belas kasihan kepada yang mendakwa aku. Bila aku berseru, Ia menjawab; aku tidak dapat percaya, bahwa Ia sudi mendengarkan suaraku.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm 88:10bc-11.12-13.14-15

Ref: Semoga doaku sampai ke hadirat-Mu, ya Tuhan.
Aku telah berseru kepada-Mu, ya Tuhan, sepanjang hari, aku telah mengulurkan tanganku kepada-Mu. Adakah Engkau melakukan keajaiban di hadapan orang-orang mati?Masakan jenazah mereka bangkit untuk bersyukur kepada-Mu?

Dapatkah kasih-Mu diberitakan di dalam kubur,dan kesetiaan-Mu di tempat kebinasaan?Diketahui orangkah keajaiban-keajaiban-Mu dalam kegelapan, dan keadilan-Mu di negeri kealpaan?

Tetapi aku ini, ya Tuhan, kepada-Mu aku berteriak minta tolong,dan pada waktu pagi doaku datang ke hadapan-Mu.Mengapa, ya Tuhan, Kaubuang aku?Mengapa Kausembunyikan wajah-Mu dari padaku?

Bait Pengantar Injil: Flp 3:8-9

Segala sesuatu kuanggap sebagai sampah,agar aku memperoleh Kristus dan bersatu dengan-Nya.

Bacaan Injil: Lukas 9:57-62

Aku akan mengikuti Engkau ke mana pun Engkau pergi.

Sekali peristiwa,Ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang dalam perjalanan,datanglah seorang di tengah jalan, berkata kepada Yesus “Aku akan mengikut Engkau, ke mana pun Engkau pergi.”Yesus menjawab,”Serigala mempunyai liang, dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”

Lalu kepada orang lain Yesus berkata, “Ikutlah Aku.”Berkatalah orang itu, “Izinkanlah aku pergi dahulu, menguburkan bapaku.”Tetapi Yesus menjawab, “Biarlah orang mati mengubur orang mati; tetapi engkau, pergilah,dan wartakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.”

Dan seorang lain lagi berkata, “Tuhan, aku akan mengikuti Engkau,tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.”Tetapi Yesus berkata, “Setiap orang yang siap untuk membajak,tetapi menoleh ke belakang,tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Rabu, 30 September 2026

Saudara-saudari terkasih, Sabda Tuhan hari ini membawa kita kepada satu pertanyaan yang sangat serius: apakah kita sungguh mau mengikuti Kristus, atau kita hanya mau mengikuti-Nya selama jalan yang ditempuh sesuai dengan keinginan kita?

Dalam Injil, ada orang yang berkata dengan penuh keyakinan, “Aku akan mengikut Engkau ke mana pun Engkau pergi.” Tetapi Yesus tidak langsung memberikan janji kehidupan yang nyaman. Ia justru berkata bahwa Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya. Seolah-olah Yesus sedang berkata: mengikuti Aku berarti bersedia meninggalkan rasa aman ketika kebenaran dan kasih menuntut pengorbanan.

Kita sering mengalami hal yang sama. Kita ingin dekat dengan Tuhan, tetapi masih ingin mempertahankan semua kenyamanan, gengsi, kebiasaan, bahkan keinginan pribadi. Kita berkata ingin mengikuti kehendak Tuhan, tetapi ketika Tuhan mengajak kita mengampuni, bersabar, berkata jujur, mengakui kesalahan, atau melepaskan sesuatu yang tidak baik, hati kita mulai mencari alasan.

Bacaan pertama dari Kitab Ayub memperlihatkan manusia yang menyadari keterbatasannya di hadapan Allah. Ayub tidak sedang menunjukkan kelemahan iman. Justru dalam penderitaannya, ia menyadari bahwa manusia tidak mampu memahami seluruh rencana Tuhan. Ada saat ketika kita berdoa, tetapi jawaban belum terlihat. Ada saat ketika kita merasa Tuhan diam. Namun diamnya Tuhan bukan berarti Ia meninggalkan kita.

Karena itu, perkataan Yesus tentang tidak menoleh ke belakang bukan berarti kita harus melupakan keluarga atau masa lalu. Maksudnya lebih dalam: jangan biarkan masa lalu, ketakutan, kenyamanan, dan keterikatan membuat kita berhenti berjalan bersama Tuhan. Seorang pembajak harus memandang ke depan agar jalurnya tetap lurus. Demikian pula hidup kita.

Mengikuti Kristus berarti belajar mempercayakan masa depan kepada Tuhan sambil melakukan bagian yang dapat kita kerjakan sekarang: memilih yang benar, menjaga kasih, bertanggung jawab, dan tetap setia meskipun hasilnya belum terlihat.

Saudara-saudari, iman bukan hanya keberanian mengatakan, “Tuhan, aku ikut.” Iman menjadi nyata ketika kita tetap berjalan bersama-Nya saat jalan itu tidak mudah. Di situlah kesetiaan kita kepada Kristus sungguh diuji dan dimurnikan.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, ajarlah kami mengikuti-Mu dengan hati yang teguh. Berikan keberanian untuk meninggalkan kebiasaan yang menjauhkan kami dari-Mu, kesabaran menghadapi kesulitan, dan ketulusan melakukan kebaikan. Saat kami takut terhadap masa depan, teguhkanlah iman kami agar tetap percaya pada penyertaan dan kehendak-Mu. Amin.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *