Bacaan Injil Katolik Hari Ini Rabu, 23 September 2026 Lengkap Renungan Harian Injil, Perayaan Wajib St. Pius dr Pietrelcina – Padre Pio

bacaan, ekaristi, Harian, homili, injil, Katolik, misa, Perayaan, renungan
Rate this post

Sabda Tuhan senantiasa menjadi terang yang menuntun langkah hidup orang beriman. Melalui Bacaan Injil dan renungan harian, kita diajak untuk semakin mengenal Kristus, memperteguh iman, serta menemukan kekuatan dalam menjalani setiap peristiwa kehidupan.

Merenungkan Sabda Allah bukan sekadar kebiasaan rohani, melainkan perjumpaan pribadi dengan Tuhan yang mengubah hati dan menuntun kita untuk hidup dalam kasih, pengharapan, dan kebenaran.

Read More

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita memasuki Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian untuk Rabu, 23 September 2026. Dalam Kalender Liturgi Gereja Katolik, hari ini merupakan Perayaan Wajib St. Pius dr Pietrelcina – Padre Pio, dengan warna liturgi Putih.

Marilah kita mempersiapkan hati dan membuka diri terhadap Sabda Tuhan. Semoga setiap ayat yang kita dengarkan dan setiap renungan yang kita baca menjadi benih yang bertumbuh serta menghasilkan buah dalam menjalani kehidupan kita.

Bacaan Pertama: Ams 30:5-9

Janganlah aku Kauberi kemiskinan atau kekayaan, melainkan hanyalah kebutuhan hidupku secukupnya.

Semua sabda Tuhan adalah murni. Tuhan itu perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya. Jangan menambahi sabda-Nya, supaya engkau tidak ditegur oleh-Nya dan dianggap pendusta. Dua hal yang kumohon kepada-Mu, jangan itu Kautolak sebelum aku mati, yakni: Jauhkanlah daripadaku kecurangan dan kebohongan.

Janganlah aku kauberi kemiskinan atau kekayaan; biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Jangan sampai kalau aku kenyang, lalu menyangkal-Mu, dan berkata: Siapa Tuhan itu? Atau kalau aku miskin, aku mencuri dan mencemarkan nama Allahku.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm 119:29.72.89.101.104.163

Ref: Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah pelita bagi langkahku.

Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan karuniakanlah hukum-Mu kepadaku.

Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku,lebih berharga daripada ribuan keping emas dan perak.

Untuk selama-lamanya, ya Tuhan,firman-Mu tetap teguh di surga. Terhadap segala jalan kejahatan aku menahan kakiku,supaya aku berpegang pada firman-Mu.

Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta.

Aku benci dan merasa jijik terhadap dusta,tetapi hukum-Mu kucintai.

Bait Pengantar Injil: Mrk 1:15

Kerajaan Allah sudah dekat.Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.

Bacaan Injil: Lukas 9:1-6

Ia mengutus para murid mewartakan Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang-rang sakit.

Sekali peristiwa Yesus memanggil keduabelas murid-Nya,lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Ia mengutus mereka untuk mewartakan Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang.

Yesus berkata kepada mereka, “Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan. Jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju. Apabila kalian diterima di suatu rumah, tinggallah di situ sampai kalian berangkat dari situ.

Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kalian, keluarlah dari kota mereka, dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka.”

Lalu pergilah mereka, dan menjelajah segala desa,sambil memberitakan Injil serta menyembuhkan orang sakit di segala tempat.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Rabu, 23 September 2026

Saudara-saudari terkasih, Sabda Tuhan hari ini membawa kita pada sebuah pertanyaan yang sangat dekat dengan kehidupan kita: apa sebenarnya yang kita butuhkan untuk dapat hidup setia kepada Tuhan? Bacaan Pertama dari Amsal mengingatkan kita agar tidak terjebak pada keinginan memiliki terlalu banyak ataupun ketakutan karena kekurangan. Penulis Amsal justru memohon kecukupan, supaya hati tidak menjauh dari Allah karena kelimpahan dan tidak jatuh dalam keputusasaan karena kekurangan.

Dalam Injil, Yesus mengutus kedua belas murid untuk mewartakan Kerajaan Allah. Menariknya, mereka diminta pergi tanpa membawa banyak bekal. Bukan berarti Tuhan mengajarkan kita untuk mengabaikan kebutuhan hidup atau tidak membuat persiapan. Pesannya jauh lebih dalam: jangan sampai kita terlalu bergantung pada apa yang kita miliki sehingga lupa kepada Dia yang mengutus kita.

Kita sering merasa baru bisa tenang kalau memiliki cukup uang, pekerjaan yang aman, rumah yang nyaman, atau masa depan yang sudah terjamin. Kita juga bisa merasa tidak berarti ketika melihat kehidupan orang lain tampak lebih berhasil. Padahal, semua yang kita miliki tetap tidak dapat menggantikan kebutuhan terdalam manusia, yaitu hati yang percaya kepada Tuhan.

Para murid juga diminta menyembuhkan dan mewartakan. Artinya, iman tidak berhenti pada kata-kata. Kehadiran kita seharusnya membawa sesuatu yang baik bagi orang lain. Di rumah, kita dapat menghadirkan pengampunan. Di tempat kerja atau sekolah, kita dapat menghadirkan kejujuran. Ketika bertemu orang yang sedang lemah, kita dapat memberikan perhatian. Kadang-kadang pewartaan Injil bukan pertama-tama melalui kata-kata besar, melainkan melalui hidup yang tulus dan dapat dipercaya.

Saudara-saudari, Tuhan tidak meminta kita memiliki segalanya sebelum mulai melakukan kebaikan. Ia mengutus kita dengan apa yang ada pada diri kita sekarang. Karena itu, jangan menunggu hidup sempurna untuk menjadi berkat. Percayalah kepada Tuhan, hiduplah secukupnya, jauhi kecurangan dan kebohongan, serta gunakan apa yang kita miliki untuk membawa kasih Kristus kepada sesama. Di situlah Kerajaan Allah mulai hadir melalui kehidupan kita.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, ajarlah kami merasa cukup dan tetap percaya kepada penyelenggaraan-Mu. Jauhkan kami dari keserakahan, kebohongan, dan rasa takut akan kekurangan. Berilah kami hati yang sederhana, tangan yang mau menolong, serta keberanian mewartakan kasih-Mu melalui perkataan dan perbuatan. Semoga hidup kami menjadi berkat bagi keluarga dan sesama. Amin.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *