Bacaan Injil Katolik Hari Ini Sabtu, 12 September 2026 Lengkap Renungan Harian Injil, Perayaan Nama Tersuci Maria

Rate this post

Sabda Tuhan senantiasa menjadi terang yang menuntun langkah hidup orang beriman. Melalui Bacaan Injil dan renungan harian, kita diajak untuk semakin mengenal Kristus, memperteguh iman, serta menemukan kekuatan dalam menjalani setiap peristiwa kehidupan.

Merenungkan Sabda Allah bukan sekadar kebiasaan rohani, melainkan perjumpaan pribadi dengan Tuhan yang mengubah hati dan menuntun kita untuk hidup dalam kasih, pengharapan, dan kebenaran.

Read More

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita memasuki Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian untuk Sabtu, 12 September 2026. Dalam Kalender Liturgi Gereja Katolik, hari ini merupakan Perayaan Nama Tersuci Maria, dengan warna liturgi hijau.

Marilah kita mempersiapkan hati dan membuka diri terhadap Sabda Tuhan. Semoga setiap ayat yang kita dengarkan dan setiap renungan yang kita baca menjadi benih yang bertumbuh serta menghasilkan buah dalam menjalani kehidupan kita.

Bacaan Pertama: 1Kor 10:14-22a

Kita ini sekalipun banyak, merupakan satu tubuh,karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu.

Saudara-saudara terkasih, jauhilah penyembahan berhala! Aku berbicara kepada kalian,  sebagai orang-orang yang bijaksana. Pertimbangkanlah sendiri apa yang kukatakan. Bukankah piala syukur yang kita syukuri merupakan persekutuan dengan darah Kristus?

Bukankah roti yang kita bagi-bagi merupakan persekutuan dengan tubuh Kristus? Karena roti itu hanya satu, maka kita ini sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu.

Perhatikanlah bangsa Israel yang alami: Bukankah mereka yang makan apa yang dipersembahkan mendapat bagian dalam pelayanan mezbah?

Apakah yang kumaksudkan? Apakah daging persembahan berhala itu mempunyai arti? Ataukah berhala itu sendiri mempunyai arti? Bukan! Yang kumaksudkan ialah: apa yang mereka persembahkan itu dipersembahkan kepada roh-roh jahat, bukan kepada Allah.

Dan aku tidak mau, kalian bersekutu dengan roh-roh jahat. Kalian tidak dapat minum dari piala Tuhan dan sekaligus juga dari piala roh-roh jahat. Kalian tidak dapat mengambil bagian dalam perjamuan Tuhan dan sekaligus juga dalam perjamuan roh-roh jahat. Atau maukah kita membangkitkan cemburu Tuhan?

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm 116:12-13.17-18

Ref: Aku mempersembahkan korban syukur kepadamu, ya Tuhan.

Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan segala kebaikan-Nya kepadaku? Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama Tuhan.

Aku akan mempersembahkan kurban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama Tuhan. Aku akan membayar nazarku kepada Tuhan di depan seluruh umat-Nya.

Bait Pengantar Injil:Yoh 14:23

Orang yang mengasihi Aku akan mentaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi Dia, dan Kami akan datang kepadanya.

Bacaan Injil: Luk 6:43-49

Mengapa kalian berseru kepada-Ku, “Tuhan, Tuhan!” padahal kalian tidak melakukan apa yang Kukatakan?

Yesus menyampaikan wejangan ini kepada murid-murid-Nya, “Tidak ada pohon baik yang menghasilkan buah yang tidak baik. Dan tidak ada pula pohon tidak baik yang menghasilkan buah baik. Sebab setiap pohon dikenal dari buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri orang tidak memetik buah anggur.

Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik. Tetapi orang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaan hatinya yang jahat. Sebab yang diucapkan mulut meluap dari hati. Mengapa kalian berseru kepada-Ku, ‘Tuhan, Tuhan!’ padahal kalian tidak melakukan apa yang Kukatakan?

Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan sabda-Ku serta melakukannya, Aku menyatakan dengan siapa ia dapat disamakan: Dia itu sama dengan orang yang mendirikan rumah. Ia menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena dibangun dengan kokoh.

Sebaliknya barangsiapa mendengar sabda-Ku dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika dilanda banjir, rumah itu segera roboh, dan hebatlah kerusakannya.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Sabtu, 12 September 2026

Iman yang Berakar, Bukan Sekadar Terucap

Saudara-saudari terkasih,

Yesus hari ini mengajak kita melihat sesuatu yang sangat mendasar dalam kehidupan iman: apa yang tampak dari luar harus mempunyai akar yang benar di dalam hati. Sebuah pohon dikenal dari buahnya. Demikian pula iman seseorang tidak terutama terlihat dari seberapa banyak ia berbicara tentang Tuhan, melainkan dari bagaimana Sabda Tuhan sungguh membentuk sikap dan tindakannya.

Kita bisa saja rajin berdoa, hadir dalam perayaan Ekaristi, mengenakan simbol-simbol iman, bahkan dengan mudah mengatakan, “Tuhan, Tuhan.” Namun Yesus memberikan pertanyaan yang serius: apakah semua itu sungguh diterjemahkan dalam kehidupan? Sebab iman yang hanya berhenti pada ucapan belum menjadi dasar yang kokoh.

Dalam kehidupan nyata, kita sering menghadapi keadaan yang menguji kualitas iman. Ketika disakiti, apakah kita masih mampu mengampuni? Ketika kecewa, apakah kita tetap percaya kepada Tuhan? Ketika mempunyai kesempatan untuk membalas, apakah kita memilih menahan diri? Ketika melihat orang lain mengalami kesulitan, apakah hati kita tergerak untuk membantu?

Di situlah buah iman terlihat.

Bacaan pertama mengingatkan kita bahwa roti yang satu menjadikan kita satu tubuh. Kita tidak hidup sebagai orang-orang beriman yang berdiri sendiri. Ekaristi menyatukan kita dengan Kristus sekaligus mengingatkan bahwa kita mempunyai tanggung jawab terhadap sesama. Tidak mungkin kita sungguh bersatu dengan Kristus tetapi dengan sengaja memelihara kebencian, kesombongan, iri hati, atau ketidakpedulian terhadap orang lain.

Yesus kemudian berbicara tentang rumah yang dibangun di atas batu. Batu itu adalah kehidupan yang mendengarkan Sabda dan melakukannya. Bukan berarti orang yang beriman tidak akan mengalami banjir kehidupan. Masalah tetap datang, kehilangan tetap terjadi, kekecewaan tetap muncul. Namun orang yang menjadikan Kristus sebagai dasar tidak mudah kehilangan arah ketika semuanya terguncang.

Saudara-saudari, mungkin Tuhan sedang mengajak kita bertanya dengan jujur: kalau hidup saya diuji, apakah iman saya tetap berdiri?

Mari kita jangan hanya menjadi pendengar Sabda. Biarlah Sabda itu masuk ke hati, mengubah keputusan, memperbaiki hubungan, melembutkan perkataan, dan mengarahkan tindakan kita. Sebab iman yang berakar dalam Kristus akhirnya akan menghasilkan buah yang dapat dirasakan oleh orang-orang di sekitar kita.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, jadikanlah hati kami tanah yang subur bagi Sabda-Mu. Teguhkan iman kami agar tidak mudah goyah ketika menghadapi persoalan. Bantulah kami mewujudkan kasih melalui perkataan, pengampunan, kepedulian, dan tindakan nyata, sehingga hidup kami menjadi kesaksian yang membawa damai dan mencerminkan kehendak-Mu. Amin.

 

Related posts