Jakarta lagi-lagi jadi saksi lahirnya kekuatan politik baru. Bertempat di Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (17/1/2026), Partai Gema Bangsa resmi mendeklarasikan diri sebagai pemain baru di kancah politik nasional. Momen ini juga pas banget karena bertepatan dengan satu tahun perjalanan partai tersebut membangun fondasi organisasinya.
Ketua Umum Partai Gema Bangsa, Ahmad Rofiq, menyampaikan bahwa lahirnya partai ini bukan sekadar formalitas politik, tapi bentuk keresahan sekaligus harapan rakyat akan masa depan Indonesia yang lebih berdaulat, adil, dan bermartabat.
“Hari ini bukan sekadar deklarasi sebuah partai politik. Hari ini adalah pernyataan tekad, suara hati, dan gema perubahan,” kata Rofiq di hadapan ribuan kader dan tamu undangan, Sabtu (17/1).
Dalam pidatonya, Rofiq juga membeberkan capaian Partai Gema Bangsa selama satu tahun terakhir. Tanpa main-main, struktur partai sudah terbentuk lengkap di seluruh Indonesia, mulai dari pusat sampai daerah.
Saat ini, Partai Gema Bangsa telah memiliki 38 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) tingkat provinsi dan 514 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) kabupaten/kota.
“Partai Gema Bangsa bukan milik saya. Pemilik sesungguhnya adalah pimpinan dan kader di daerah, dari provinsi hingga desa. Gema Bangsa adalah milik rakyat Indonesia,” tegasnya.
Deklarasi ini dihadiri jajaran DPP, seluruh DPW dan DPD se-Indonesia, serta berbagai tokoh dari lintas sektor. Mulai dari pejabat negara, menteri dan wakil menteri, pimpinan partai politik, akademisi, mahasiswa, hingga perwakilan petani, nelayan, buruh, perempuan, dan penyandang disabilitas ikut meramaikan acara.
Tiga Visi Besar yang Jadi Pegangan
Dalam deklarasinya, Rofiq menegaskan tiga visi utama yang bakal jadi arah perjuangan Partai Gema Bangsa, yakni Indonesia Mandiri, Desentralisasi Politik, dan Indonesia Reborn.
Visi Indonesia Mandiri menitikberatkan pada kemandirian ekonomi, politik, dan budaya. Menurut Rofiq, kemandirian ekonomi berarti rakyat harus punya kendali penuh atas hasil kerja mereka sendiri.
“Petani berdaulat atas tanah dan hasil panennya, nelayan berdaulat atas laut dan hasil tangkapannya, UMKM berdaulat atas pasar dan teknologinya,” ujarnya.
Soal politik, Rofiq menekankan bahwa keputusan strategis bangsa harus berpihak ke rakyat, bukan tunduk pada kepentingan oligarki, tekanan asing, atau transaksi kekuasaan. Partai Gema Bangsa juga menyatakan komitmennya terhadap politik hijau, yang fokus pada keadilan ekologi dan kedaulatan lingkungan.
Lawan Politik Sentralistik, Dorong Desentralisasi
Visi kedua yang diusung adalah Desentralisasi Politik Kepartaian. Rofiq menilai sistem politik yang terlalu sentralistik dan elitis justru bertolak belakang dengan semangat demokrasi.
“Bagaimana kita bisa bicara demokrasi, sementara partai politik masih feodal, anti kritik, dan tersentralisasi,” ujar Rofiq.
Menurutnya, desentralisasi politik berarti memberi ruang lebih besar bagi pimpinan daerah untuk mengambil keputusan, melahirkan pemimpin lokal, dan menyusun kebijakan sesuai kebutuhan masing-masing daerah.
“Kami ingin demokrasi yang hidup di akar rumput, bukan demokrasi lima tahunan semata,” katanya.
Indonesia Reborn dan Arah Politik Nasional
Visi ketiga, Indonesia Reborn, dimaknai sebagai kebangkitan kesadaran nasional untuk membangun politik yang beretika, kekuasaan yang melayani rakyat, serta pembangunan yang berkelanjutan.
“Indonesia Reborn berarti politik yang bermoral, bukan transaksional; kekuasaan yang melayani, bukan menguasai; dan generasi muda sebagai pelaku perubahan, bukan penonton,” tegas Rofiq.
Dalam kesempatan yang sama, Rofiq juga menyatakan dukungan Partai Gema Bangsa terhadap visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, sekaligus mendukung Prabowo untuk kembali maju pada Pilpres 2029.
Tak hanya itu, Partai Gema Bangsa juga mengusulkan Presiden Prabowo Subianto sebagai penerima Nobel Perdamaian, atas perannya dalam mendorong perdamaian Palestina–Israel melalui solusi dua negara dan keterlibatannya dalam KTT Perdamaian Gaza 2025.
Menutup pidatonya, Rofiq menegaskan bahwa deklarasi ini bukan akhir, melainkan awal dari perjuangan panjang Partai Gema Bangsa.
“Partai Gema Bangsa resmi berdiri, resmi berjuang, dan siap menjadi bagian dari kebangkitan Indonesia,” pungkasnya.
