Dampak Konflik Global, Filipina Ambil Langkah Fiskal dengan Memangkas Pajak Energi

Dampak, Energi, Filipina, Fiskal, Global, Konflik, pajak
Rate this post

Harga energi lagi nggak normal—alias makin brutal naiknya. Dampaknya? Negara tetangga kita, Filipina, langsung gercep ambil langkah buat meringanin beban warganya.

Di tengah situasi global yang lagi panas gara-gara konflik di Timur Tengah, pemerintah Filipina akhirnya nggak tinggal diam. Presiden mereka, Ferdinand Marcos Jr., ngumumin kebijakan baru: pajak LPG dan minyak tanah bakal dipangkas.

Read More

Kenapa? Karena harga energi lagi naik gila-gilaan, dipicu konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Efeknya bukan cuma ke politik, tapi langsung ngehantam ekonomi, terutama harga bahan bakar.

🗣️ Pernyataan Presiden

Dalam konferensi pers, Marcos bilang:

“Kami berharap hasil yang baik dari perundingan perdamaian AS dan Iran, tetapi tampaknya mereka tidak dapat mencapai kesepakatan, itulah sebabnya kami akan terus membantu rakyat kami,”

Dia juga nambahin:

“Kami telah mengurangi pajak atas produk-produk minyak bumi yang digunakan langsung oleh rakyat kami dalam kehidupan sehari-hari mereka,”

💸 Harga Turun, Lumayan Ngebantu

Dengan kebijakan ini:

  • Harga LPG turun sekitar 3,36 peso (~Rp1.000/kg)
  • Minyak tanah turun 5,60 peso (~Rp1.500/liter)

Lumayan banget, apalagi buat masyarakat berpenghasilan rendah yang sangat bergantung sama dua bahan bakar ini buat kebutuhan sehari-hari kayak masak.

🚨 Belum Selesai, Bisa Ada Kebijakan Lanjutan

Nggak berhenti di situ, pemerintah juga lagi siap-siap bahas kemungkinan:

  • Pangkas pajak bensin
  • Pangkas pajak solar

Ini penting banget karena dua bahan bakar itu dipakai buat transportasi umum. Kalau harganya turun, efeknya bisa lebih luas—biaya hidup bisa ikut lebih ringan.

🌍 Kenapa Bisa Separah Ini?

Masalah utamanya ada di jalur distribusi energi global, khususnya di Selat Hormuz—jalur penting pengiriman minyak dunia yang sekarang praktis ketutup gara-gara konflik.

Padahal, Filipina sangat bergantung pada:

  • Impor minyak mentah dari Timur Tengah
  • Produk minyak olahan dari Asia

Begitu jalur ini terganggu, harga langsung meroket.

📈 Dampaknya Udah Terasa Banget

  • Harga solar naik lebih dari 2x lipat sejak awal konflik
  • Sekarang tembus sekitar 145 peso (~Rp41.000/liter)

Nggak cuma energi, harga kebutuhan pokok juga mulai ikutan naik. Inflasi pangan di bulan Maret bahkan meningkat hampir dua kali lipat dibanding bulan sebelumnya.

Kondisi global yang lagi chaos bikin harga energi melonjak, dan dampaknya langsung kerasa sampai dapur masyarakat. Tapi langkah cepat pemerintah Filipina ini bisa jadi contoh gimana negara harus responsif saat krisis mulai nyentuh rakyat kecil.

Kalau situasi global belum reda, bukan nggak mungkin kebijakan kayak gini bakal makin banyak diterapkan—nggak cuma di Filipina, tapi juga negara lain.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *