Warga ibu kota fix harus ekstra sabar pas Ramadan nanti. Soalnya, potensi macet di Jakarta dan sekitarnya diprediksi bakal naik level, terutama di jam-jam tertentu.
Info ini langsung disampaikan oleh pihak Polda Metro Jaya lewat Direktorat Lalu Lintas mereka. Jadi bukan sekadar feeling, tapi sudah dipetakan berdasarkan pola tahun-tahun sebelumnya.
Kalau biasanya jam sibuk itu identik sama berangkat kerja pagi banget, pas Ramadan ceritanya agak beda. Pola mobilitas warga berubah karena menyesuaikan waktu sahur, ibadah, dan ritme kerja yang kadang lebih fleksibel.
Kompol Robby Hefados selaku Kabag Binopsnal Ditlantas menjelaskan,
“Kemungkinan pergerakan masyarakat lalu lintas berubah saat Ramadan. Mungkin kalau di pagi hari antara jam 9 sampai dengan 10, dan sore hari kisaran jam 3 sore.”
Artinya, sekitar jam 09.00–10.00 WIB bakal jadi salah satu titik krusial. Banyak pekerja berangkat agak siang karena efek bangun dini hari untuk sahur. Belum lagi sekolah dan kantor yang mungkin menerapkan jam masuk berbeda selama bulan puasa.
Sore Hari? Jangan Kaget, Jam 3 Sudah Ramai
Nah, ini yang paling sering kejadian: jam 15.00 WIB ke atas mulai terasa padat. Kenapa?
Karena:
- Banyak orang pulang lebih cepat.
- Warga mulai berburu takjil.
- Aktivitas ngabuburit meningkat.
- Pergerakan menuju masjid untuk persiapan buka dan tarawih.
Biasanya, titik-titik yang jadi langganan padat itu area pasar tradisional, pusat perbelanjaan, sentra kuliner dadakan, sampai kawasan permukiman padat. Jalan kecil dekat lokasi jualan takjil juga sering tiba-tiba berubah jadi lautan kendaraan.
Polisi Nggak Tinggal Diam
Buat antisipasi lonjakan ini, Ditlantas sudah siap pasang strategi yang lebih responsif. Petugas bakal lebih sigap ngatur arus kendaraan, terutama di jam rawan.
Robby juga menegaskan,
“Tentunya selama Ramadan, anggota lebih berupaya lebih cepat dalam proses pengaturan arus lalu lintas di jalan dan menyesuaikan pergerakan masyarakat.”
Artinya, pola pengaturan bisa berubah secara situasional. Kalau memang perlu, rekayasa lalu lintas seperti buka-tutup jalur atau pengalihan arus bakal diterapkan supaya kemacetan nggak makin parah.
Fokus di Titik Takjil dan Area Ngabuburit
Yang paling disorot adalah area penjualan takjil dan spot favorit ngabuburit. Biasanya, kendaraan parkir sembarangan atau berhenti mendadak bikin jalan makin sempit.
Robby bilang,
“Kita akan menempatkan personel lalu lintas di area-area tempat takjil tersebut supaya bisa membantu arus lalu lintas yang ada di sana.”
Selain itu, ruas jalan menuju masjid besar dan kawasan ekonomi yang ramai juga masuk prioritas penjagaan.
Warga Juga Diminta Ikut Andil
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat buat:
- Rencanakan perjalanan lebih awal.
- Hindari jam 09.00–10.00 dan sekitar 15.00 WIB kalau bisa.
- Jangan parkir sembarangan di area takjil.
- Ikuti arahan petugas di lapangan.
Kolaborasi antara warga dan aparat jadi kunci biar Ramadan tetap nyaman, nggak cuma khusyuk ibadahnya tapi juga lancar di jalan.
Jadi, buat kamu yang sering wara-wiri di Jakarta, siap-siap atur strategi dari sekarang. Ramadan itu bukan cuma soal nahan lapar dan haus, tapi juga nahan klakson biar nggak kebanyakan bunyi di jalan.
