Kalau masih mikir BPJS itu ribet, jarang dipakai, atau cuma kepake pas darurat doang—fix, mindset itu harus di-upgrade. Soalnya Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, lagi-lagi ngasih reminder keras tapi masuk akal: aktifin BPJS Kesehatan sekarang juga kalau mau nikmatin layanan kesehatan gratis dari pemerintah.
Pesan ini disampaikan Menkes di tengah acara penguatan ekosistem kesehatan nasional yang digelar di Depok, Jawa Barat. Intinya simpel tapi dalem: jangan cuma pengin gratisnya, tapi BPJS-nya malah nonaktif.
Gratis Itu Bukan Cuma Cek-Cek Doang, Tapi Sampai Diobatin
Menurut Menkes, program kesehatan gratis yang lagi dijalankan pemerintah sekarang naik level. Bukan sekadar cek tekanan darah, gula darah, atau skrining doang terus pulang. Tapi sekarang konsepnya full package.
“Bukan cuma pemeriksaan yang gratis, tapi pencegahan dan penanganannya juga,” kira-kira begitu poin penting yang disampein.
Artinya gini:
- Lo cek kesehatan → gratis
- Ketauan ada potensi penyakit → ditangani
- Perlu pengobatan awal → masih gratis juga
Nah, di tahap awal ini, penanganan medis gratis dikasih selama 15 hari pertama setelah hasil cek keluar. Jadi bukan PHP.
Tapi Abis 15 Hari Gimana? Jawabannya: BPJS Aktif atau Nombok Sendiri
Ini bagian krusial yang sering kelewat. Setelah masa 15 hari gratis itu lewat:
- Kalau BPJS lo aktif → lanjut berobat tanpa keluar duit
- Kalau BPJS lo mati → siap-siap bayar sendiri 💸
Makanya Menkes literally ngajak masyarakat buat jangan nunda-nunda urusan BPJS. Karena kalau udah sakit baru panik ngurus, biasanya malah ribet dan mahal.
Iuran BPJS: Murah Banget, Bahkan Kalah Sama Uang Rokok
Ini bagian yang paling nusuk tapi real. Menkes secara blak-blakan bilang kalau iuran BPJS per bulan itu cuma puluhan ribu rupiah. Dan menurut dia, harusnya lebih murah dibanding duit rokok yang biasa dihabisin tiap bulan.
Coba dipikir:
- Rokok: tiap hari beli, sebulan bisa ratusan ribu
- BPJS: sebulan puluhan ribu, tapi nutup biaya rumah sakit, obat, dokter, dan perawatan
Secara logika, BPJS tuh asuransi kesehatan paling worth it sejagat lokal.
Program Ini Bukan Sekadar Proyek, Tapi Misi Besar
Pemerintah gak main-main. Di tahun 2026 ini, target peserta Cek Kesehatan Gratis (CKG) dipatok sampai 136 juta orang. Angka ini hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya yang baru sekitar 70 juta peserta.
Tapi kata Menkes, targetnya bukan cuma soal angka.
Tujuan utamanya adalah:
masyarakat Indonesia gak nunggu sakit dulu baru ke dokter
Alias, pencegahan jadi gaya hidup, bukan reaksi terakhir.
Jangan Tunggu Sakit Baru Sadar
Pesan besarnya jelas:
- Cek kesehatan itu penting
- Pencegahan jauh lebih murah daripada pengobatan
- BPJS aktif = hidup lebih tenang
Menkes juga menekankan kalau visi kesehatan nasional ke depan bukan sekadar “banyak yang cek”, tapi lebih sedikit yang jatuh sakit parah.
- BPJS aktif itu kunci utama
- Program kesehatan gratis sekarang lebih serius dan menyeluruh
- Gratis gak cuma di awal, tapi bisa lanjut asal BPJS hidup
- Iurannya kecil, manfaatnya gede banget
- Jangan kalah sama rokok atau jajan gak penting
So, sebelum badan lo yang “teriak”, mending BPJS-nya dulu yang lo urusin. Karena sehat itu bukan soal hoki, tapi soal siap atau enggaknya kita ngejaga diri.
