Lagi-lagi dunia per-flu-an bikin rame. Kali ini yang naik ke timeline bukan flu biasa, tapi yang dijuluki Super Flu. Kedengerannya serem? Tenang dulu. Walaupun namanya “super”, kata pemerintah ini bukan virus baru dan bukan pandemi jilid dua.
Yes, Super Flu itu sebenernya influenza A tipe H3N2, virus lama yang udah eksis puluhan tahun. Cuma karena gejalanya bisa lebih “niat” dari flu biasa, jadinya banyak yang kaget dan auto waswas.
Yang bikin makin jadi omongan: kasusnya muncul di beberapa kota sekaligus, dari Bali, Batam, Bandung, Malang, sampai Yogyakarta. Jadi, apa sih sebenernya yang terjadi? Nih, rangkuman lengkapnya.
Super Flu Itu Apa Sih? Kok Namanya Ngeri Banget?
Menurut Kemenkes, Super Flu bukan virus baru dan bukan mutasi aneh-aneh. Ini masih keluarga influenza A (H3N2). Bedanya, gejalanya bisa lebih berat, apalagi buat:
- lansia
- bayi & anak-anak
- orang dengan penyakit bawaan
Tapi kabar baiknya: belum ada laporan kematian, dan mayoritas pasien bisa sembuh total.
Menkes Budi Gunadi Sadikin juga udah bilang:
kalau badan dijaga, makan bener, tidur cukup, dan olahraga jalan, nggak perlu panik berlebihan.
“Kalau kondisi badan kita sehat dan baik, makan cukup, tidur cukup, dan olahraga cukup, harusnya enggak ada masalah. Belum ada yang dilaporkan meninggal karena ini memang flu seperti yang biasa,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Bali: Dua Kasus, Sudah Sembuh Semua
Di Bali, tepatnya Denpasar, sempat ditemukan dua pasien positif Super Flu pada Oktober 2025. Dua-duanya:
- laki-laki usia 40-an
- nggak punya riwayat ke luar negeri
- sempat dirawat karena flu berat plus gangguan pernapasan
Good news-nya:
👉 dua-duanya sudah sembuh dan kembali beraktivitas normal
👉 nggak ada penularan ke keluarga sekitar
👉 dari 126 sampel influenza A sepanjang 2025, cuma dua yang positif
Batam: Pulang Umrah, Alami Flu Berat
Kasus suspek juga muncul di Batam, Kepulauan Riau. Seorang pasien dewasa mengalami:
- flu berat
- pusing
- nyeri badan
- mual
Keluhan itu muncul setelah pulang umrah. Sampelnya sudah dikirim ke Kemenkes dan masih nunggu hasil lab.
Kepala Dinkes Kepri Bisri menegaskan:
Super Flu itu menular, tapi nggak semua orang pasti kena, tergantung daya tahan tubuh masing-masing.
Super Flu ini sama dengan sakit flu biasa. Cuma gejalanya sedikit lebih berat. Orang-orang dengan daya tahan tubuh kuat, tak akan terjangkit flu,” ujar Kepala Dinkes Kepri Bisri.
Bandung: 10 Pasien Dirawat di RSHS
Nah ini yang cukup bikin perhatian. RSHS Bandung mencatat 10 pasien Super Flu di awal Januari 2026.
Yang bikin kaget, usianya beragam banget:
- bayi 9 bulan
- balita 1 tahun
- anak 11 tahun
- dewasa sampai lansia di atas 60 tahun
Menurut tim medis RSHS, Super Flu ini cepat berevolusi, jadi gejalanya bisa lebih berat dari flu musiman, terutama buat lansia dan pasien komorbid.
“Kalau dibandingkan dengan flu musiman, gejalanya memang bisa lebih berat. Terutama pada kelompok usia lanjut atau pasien dengan penyakit penyerta, perawatannya bisa lebih lama dan berisiko menimbulkan kondisi berat hingga kematian,” jelas Ketua Tim Infeksi Penyakit Emerging dan Re-emerging (Pinere) RSHS Bandung Yovita Hartantri.
Makanya, beberapa pasien butuh perawatan lebih lama.
Malang: Kasus Banyak, Tapi Sudah Aman
Di Kota Malang, jumlah kasusnya sempat cukup tinggi. Total di Jawa Timur ada 18 kasus, dan 17 di antaranya ada di Malang.
Tapi jangan panik dulu:
- semua pasien sudah sembuh
- kontak erat sudah diperiksa
- kondisi dinyatakan terkendali
Kasus-kasus ini ditemukan dari pemeriksaan pasien flu berat di puskesmas dan rumah sakit, lalu dicek pakai metode whole genome sequencing (WGS) biar hasilnya valid.
Yogyakarta: Satu Kasus, Sembuh Sendiri
Di Yogyakarta, tercatat satu kasus yang muncul sejak September 2025 dan baru terkonfirmasi belakangan.
Pasiennya sekarang:
✅ sudah sembuh
✅ nggak ada gejala
✅ aktivitas normal
Dinkes Jogja bilang Super Flu termasuk self-limiting disease, alias bisa sembuh sendiri kalau imun tubuh oke.
Gejalanya memang lebih “niat” dari flu biasa:
- sakit kepala lebih berat
- batuk bisa tahan 8–10 hari
Tapi beda jauh sama Covid-19, karena:
- virusnya beda
- Super Flu jarang menyerang paru-paru bawah
- hampir nggak pernah sampai bikin ARDS
“Kalau influenza atau Super Flu ini tidak sampai menyerang saluran pernapasan bagian bawah. Jadi tidak sampai menyebabkan kondisi seperti ARDS yang membutuhkan alat bantu napas,” terang Kabid Pencegahan, Pengendalian Penyakit, Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Dinkes Kota Yogyakarta Lana Unwanah.
Jadi, Harus Takut Nggak Nih?
Jawabannya: nggak perlu panik, tapi juga jangan cuek kebangetan.
Yang bisa lo lakuin:
- pakai masker kalau lagi flu
- makan bergizi
- tidur cukup
- olahraga ringan tapi rutin
- jangan maksain aktivitas kalau badan drop
Intinya, Super Flu itu nyata, tapi bukan monster. Jaga badan, dengerin tubuh lo sendiri, dan stop nyebarin hoaks biar nggak makin chaos.
