Klaim Pencairan Bansos 2026 Lewat Telegram Terbukti Hoaks, Kemensos Tegaskan Pengecekan Hanya Melalui Kanal Resmi

Anjas Nugie
Rate this post

Lagi scroll Facebook terus nemu postingan heboh soal bansos 2026 cair sekarang? Eits, tahan dulu! Fix, Gaes! Link Cek Bansos 2026 yang Viral Itu Hoaks, Jangan Sampai Ketipu.

Ternyata link yang ngaku-ngaku buat cek daftar penerima bansos dari Kemensos itu hoaks dan ujung-ujungnya minta data pribadi. Modusnya? Phishing alias jebakan batman buat nyolong data.

Postingan ini muncul di Facebook dari akun bernama “Ahmad muhaimin S. sos.” pada Senin (09/02/2026). Isinya ngeklaim kalau bansos 2026 udah bisa dicek dan dicairkan, mulai dari:

  • Bantuan UMKM
  • Bantuan petani
  • Bantuan beasiswa
  • Bantuan guru/PNS
  • Bantuan korban bencana
  • Bantuan bagi yang kurang mampu

Di postingan itu ada tulisan gede-gede yang bikin panik:

“𝗖𝗔𝗜𝗥 𝗦𝗘𝗞𝗔𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗕𝗔𝗡𝗦𝗢𝗦 𝟮𝟬𝟮𝟲. BERIKUT DAFTAR PENERIMA; •BANTUAN UMKM •BANTUAN PETANI •BANTUAN BEASISWA •BANTUAN GURU/PNS •BANTUAN KORBAN BENCANA •BANTUAN BAGI YANG KURANG MAMPU CEK DAFTAR NAMA KAMU SEKARANG! 👇👇 https://daftarsekrngjuga.yjijin.com/ AMBIL SEKARANG BANTUAN DARI KEMENTERIAN SOSIAL,”

Sekilas keliatan meyakinkan karena ada logo Kemensos. Sampai artikel ini ditulis (13 Februari 2026), postingan itu udah dapet ratusan likes dan puluhan komentar. Tapi anehnya, nggak ada info detail soal nominal bantuan atau mekanisme resmi pencairannya. Cuma disuruh klik link.

Red flag banget nggak sih?

Ternyata akun tersebut juga sering share info lowongan kerja dan bantuan lain dengan link yang sama. Pengikutnya cuma 14 orang dan jelas bukan akun resmi pemerintah.

Begitu link dibuka, pengunjung diminta isi:

  • Nama lengkap sesuai E-KTP
  • Alamat lengkap
  • Nomor Telegram

Habis itu, disuruh masukin kode OTP yang dikirim lewat Telegram. Bahkan ditampilin juga daftar nama yang katanya udah “berhasil daftar” biar makin meyakinkan.

Padahal ini trik klasik. Biasanya data yang udah dikasih bakal dipakai buat aksi penipuan atau pembajakan akun.

Hasil pengecekan menunjukkan domain tersebut baru dibuat 5 Februari 2026 dan cuma aktif tiga bulan. Servernya juga bukan milik pemerintah atau Kementerian Sosial.

Artinya? Fix bukan website resmi.

Kata Resmi dari Kemensos

Pihak Kementerian Sosial Republik Indonesia juga angkat suara. Kepala Biro Humas Kemensos RI, Devi Deliani, menegaskan:

“Untuk melakukan pendaftaran maupun pengecekan, masyarakat bisa melakukannya melalui situs resmi Cek Bansos ataupun aplikasi Cek Bansos, tidak dengan tautan lain yang tidak resmi,”

Jadi jelas ya, nggak ada tuh pengecekan bansos pakai Telegram atau link aneh-aneh.

Emangnya Bansos 2026 Beneran Ada?

Ada, tapi mekanismenya resmi.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bilang:

“Bansos reguler tahap pertama ini rencananya mulai disalurkan Februari untuk sekitar 18 juta keluarga penerima manfaat, termasuk di dalamnya PKH dan bantuan sembako,”

Selain itu, beliau juga menyampaikan:

“Bantuan yang disalurkan meliputi bansos reguler PKH dan BPNT senilai Rp17,5 triliun untuk 18 juta KPM, serta bansos adaptif melalui bantuan kebencanaan dan program ATENSI,”

Jadi bansos memang cair Februari 2026, tapi lewat jalur resmi. Penyalurannya lewat bank Himbara (BNI, BRI, Mandiri, BTN) dan juga PT Pos Indonesia buat yang nggak punya rekening.

Khusus korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, ada tambahan santunan sampai Rp15 juta dan bantuan hidup Rp450 ribu per jiwa selama tiga bulan.

Cara Cek Bansos yang Resmi

Kalau mau aman, cek lewat jalur resmi:

  1. Website resmi: https://cekbansos.kemensos.go.id
    • Masukkan wilayah lengkap
    • Isi nama sesuai KTP
    • Masukkan captcha
    • Klik “Cari Data”
  2. Aplikasi Cek Bansos di Play Store atau App Store
    • Daftar akun pakai NIK & KK
    • Verifikasi email
    • Cek di menu profil

Di situs resmi, kamu nggak akan diminta nomor Telegram atau OTP aneh-aneh.

Postingan yang ngaku ada link cek bansos 2026 pakai Telegram itu false and misleading alias hoaks. Link tersebut bukan dari kanal resmi Kemensos dan terindikasi kuat sebagai modus phishing buat nyolong data pribadi.

Ingat ya:

  • Jangan asal klik link yang viral
  • Cek dulu sumbernya resmi atau nggak
  • Jangan pernah kasih OTP ke siapa pun

Kalau ragu, langsung cek ke website resmi atau akun media sosial resmi Kemensos.

Tetap waspada, gaes. Jangan sampai bantuan yang harusnya bikin lega malah jadi bikin rugi.

Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *