Belakangan ini, media sosial lagi rame banget soal struk cek saldo Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Banyak netizen yang kepo dan langsung share tanpa pikir panjang.
Dari info yang nongol di channel YouTube Info Bansos, salah satu struk yang lagi viral ini katanya dari Bank Mandiri bertanggal 19 Januari 2026. Banyak yang klaim itu bukti pencairan bansos tahap 1 2026.
Langsung deh, warganet yang dapet info itu jadi heboh dan bikin harapan tinggi buat Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Tapi, setelah dicek lebih detail, kabar ini ternyata salah.
Nominal Struk Viral Gak Cocok Sama Standar BPNT 2026
BPNT tahap 1 2026 resmi nilainya Rp600.000, dibagi tiga bulan, alias Rp200.000 per bulan. Ini aturan resmi dari Kementerian Sosial, dan dicairkan lewat bank Himbara kayak Mandiri, BRI, BNI, dan BSI.
Nah, struk yang lagi viral itu malah nunjukin saldo cuma Rp6.010. Jelas-jelas banget jauh dari nominal resmi. Jadi, itu bukan pencairan BPNT tahap 1 atau dana susulan.
Kemungkinan Itu Sisa Saldo atau Rapelan Akhir 2025
Saldo mini kayak Rp6.010 kemungkinan besar cuma sisa transaksi atau rapelan kecil dari bansos akhir 2025. Jadi, bukan duit baru yang cair di 2026.
Fenomena kayak gini sih biasanya muncul tiap awal tahun, dan sering bikin orang salah paham kira-kira bantuan baru udah cair.
Proses Verifikasi Data Penerima Masih Jalan
Sekarang, pencairan BPNT tahap 1 masih bertahap, ga bisa sekaligus semua KPM. Ini karena proses verifikasi dan update data calon penerima pakai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Tujuannya jelas: supaya bantuan tepat sasaran dan cuma diterima KPM yang bener-bener layak.
KPM diminta tetap bijak dan jangan gampang percaya sama struk yang beredar di medsos. Banyak orang cuma mencari perhatian atau nyebarin info yang gak akurat.
Kalau mau cek resmi, bisa mandiri lewat:
- Situs cekbansos.go.id
- Atau aplikasi Cek Bansos
Cukup masukin NIK dan nama KTP, nanti bisa lihat status kepesertaan dan periode penyaluran bantuan.
⚠️ Catatan penting: Kalau saldo BPNT belum Rp600.000 (atau minimal Rp400.000 untuk rapelan dua bulan), berarti tahap 1 belum cair.
Jadi, jangan gampang panik atau share info hoaks soal struk BPNT. Yang penting, cek dulu resmi atau di sumber yang terpercaya.
