Bantuan Subsidi Upah atau BSU kembali bikin pekerja penasaran. Pemerintah memang sudah menyampaikan rencana penyaluran BSU pada kuartal IV 2026 dengan nilai total Rp900.000 untuk setiap penerima. Tapi ada satu hal yang masih bikin banyak orang bertanya-tanya: sebenarnya desil berapa yang bisa mendapatkan BSU kali ini?
Jadi, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa BSU cuma untuk desil tertentu. Sampai awal Oktober 2026, pemerintah baru menyampaikan besaran bantuan dan target penerima, sementara rincian persyaratan penerima BSU 2026 masih menunggu ketentuan resmi.
BSU Rp900.000 Diberikan Sekaligus
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah kembali menyiapkan BSU untuk pekerja pada kuartal IV 2026.
Skemanya cukup simpel. Bantuan ditetapkan sebesar Rp300.000 per bulan selama tiga bulan. Karena diberikan sekaligus, total yang diterima pekerja yang memenuhi kriteria nantinya menjadi Rp900.000.
Program ini ditargetkan menyasar sekitar 13,3 juta pekerja dengan kebutuhan anggaran hampir Rp12 triliun. Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga setelah rapat terbatas bersama Presiden pada 30 September 2026.
Artinya, kabar BSU Rp900 ribu memang bukan sekadar isu media sosial. Pemerintah sudah mengumumkan rencana programnya. Namun, soal siapa saja yang benar-benar masuk daftar penerima masih menunggu mekanisme dan persyaratan final.
Lalu, Desil Berapa yang Bisa Dapat BSU?
Nah, bagian ini yang perlu diperhatikan.
Belum ada ketentuan resmi yang menyatakan BSU 2026 hanya diberikan kepada desil tertentu. Jadi, kurang tepat kalau langsung mengatakan bahwa desil 1 sampai 4 pasti mendapatkan BSU, atau sebaliknya desil tertentu otomatis tidak berhak.
Desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga dalam DTSEN. Data tersebut tidak cuma melihat gaji seseorang.
Dalam sistem DTSEN, penilaian kesejahteraan mempertimbangkan sejumlah informasi sosial dan ekonomi, termasuk pekerjaan, pendidikan, kondisi rumah, daya listrik, serta kepemilikan aset. Sistem ini membagi keluarga ke dalam 10 kelompok, mulai dari desil 1 sebagai kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah sampai desil 10 sebagai kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.
Jadi, kalau ada dua orang yang sama-sama memiliki penghasilan Rp3 juta, bukan berarti keduanya otomatis mempunyai desil yang sama. Kondisi keluarga dan berbagai variabel sosial ekonomi lainnya ikut memengaruhi pengelompokan.
Jangan Samakan BSU dengan Bansos
Ini juga penting supaya nggak salah kaprah.
Desil memang banyak digunakan pemerintah untuk menentukan sasaran berbagai program perlindungan sosial. Namun, BSU merupakan program subsidi upah untuk pekerja, sehingga kriteria penerimanya tidak bisa otomatis disamakan dengan program bantuan sosial lainnya.
Pada 2025, misalnya, pemerintah pernah menetapkan sejumlah persyaratan BSU seperti batas upah tertentu dan status kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Tetapi aturan tersebut merupakan ketentuan untuk BSU 2025 dan tidak bisa langsung dianggap sebagai syarat resmi BSU 2026 sebelum pemerintah menerbitkan aturan terbaru.
Karena itu, informasi seperti “desil 1-4 pasti dapat BSU” atau “desil 5-10 pasti tidak dapat BSU” sebaiknya jangan langsung dipercaya sebelum ada pengumuman resmi.
Kenapa Banyak yang Mempertanyakan Data Desil?
Pembahasan soal desil belakangan memang ramai karena status kesejahteraan dalam DTSEN bisa berpengaruh terhadap sasaran sejumlah program pemerintah.
Di laman resmi Cek Bansos, pemerintah menjelaskan bahwa desil bersifat dinamis. Jika masyarakat merasa data yang tercantum tidak sesuai kondisi sebenarnya, pembaruan dapat diajukan melalui pemerintah desa atau kelurahan dan dinas sosial, maupun melalui mekanisme yang tersedia pada layanan Cek Bansos. Data tersebut kemudian dapat dihitung ulang secara berkala oleh BPS.
Jadi, kalau status desil terasa “nggak nyambung” dengan kondisi ekonomi keluarga, jangan langsung menganggap data tersebut permanen. Ada mekanisme untuk mengusulkan perbaikan data sesuai kondisi sebenarnya.
Kapan BSU Rp900.000 Cair?
Untuk bagian jadwal, pekerja masih harus sedikit bersabar.
Pemerintah memang sudah menyampaikan bahwa BSU akan diberikan pada kuartal IV 2026 dan mencakup bantuan tiga bulan. Namun, tanggal pasti pencairan belum diumumkan secara resmi.
Begitu aturan teknis dan mekanisme penyaluran ditetapkan, informasi mengenai penerima, jadwal, serta cara pengecekan seharusnya akan disampaikan melalui kanal resmi pemerintah.
Kemnaker juga mengingatkan masyarakat supaya tidak gampang percaya tautan pendaftaran BSU yang beredar di media sosial atau pesan berantai. Informasi resmi terkait BSU perlu dicek melalui kanal pemerintah, bukan melalui situs yang meminta data pribadi secara sembarangan.
Jadi, Desil Berapa yang Berpeluang Menerima?
Untuk saat ini jawabannya belum bisa dipatok berdasarkan angka desil.
Yang sudah diketahui adalah pemerintah menyiapkan BSU Rp300.000 per bulan selama tiga bulan, sehingga totalnya Rp900.000 untuk penerima yang memenuhi ketentuan. Target program mencapai sekitar 13,3 juta pekerja dengan anggaran hampir Rp12 triliun.
Sementara itu, desil DTSEN tidak bisa dijadikan satu-satunya patokan untuk memastikan seseorang mendapat BSU 2026 sebelum pemerintah merilis persyaratan final.
Jadi buat para pekerja yang sedang menunggu, jangan langsung panik kalau status desil belum sesuai harapan. Yang paling penting adalah menunggu aturan resmi BSU 2026 dan mengecek status melalui kanal pemerintah ketika layanan pengecekan sudah tersedia.
Pada akhirnya, BSU Rp900.000 memang sedang disiapkan pemerintah untuk kuartal IV 2026. Tetapi siapa yang benar-benar masuk daftar penerima baru bisa dipastikan setelah kriteria dan mekanisme penyalurannya resmi ditetapkan. Jadi, jangan sampai informasi yang belum final malah bikin salah paham soal hak menerima bantuan.
